oleh

Kebanjiran, Warga Cikupa Geruduk Kantor MMS di Tol Balaraja Timur

Kabar6-Puluhan warga Kampung Pasir Kalong, Desa Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, meradang. Mereka mendatangi kantor PT Marga Mandala Sakti (MMS) yang ada di pintu keluar Balaraja Timur, Sabtu (21/11/2015).

Tak hanya itu, warga yang kesal bahkan nyaris menghakimi pekerja proyek yang tengah mengerjakan drainase elevasi tak jauh dari pemukiman warga.

Beruntung, warga yang akan memblokir pintu keluar Tol balaraja Timur, langsung dihalau petugas PJR, dan dibawa masuk ke kantor MMS.

Ya, aksi warga itu digadang-gadang sebagai bentuk kekesalan terhadap PT MMS, pengelola jalan tol Tangerang-Merak, karena dianggap telah menyebabkan banjir ke pemukiman warga.

“Banjir itu karena proyek elevasi drainase yang tengah dikerjakan PT MMS. Beberapa hari lalu air masih bisa lewat, tapi sekarang salurannya ditutup total. Terus air lewat mana,” cetus Nurrohman, salah seorang warga Kampung Pasir Kalong.

Dikatakannya, bila kini warga sudah tidak percaya lagi dengan PT MMS. Karena janji perusahaan itu untuk melebarkan saluran air, belum juga direalisasikan.

“Sampai detik ini, pelebaran saluran air yang dijanjikan tidak juga dikerjakan. Bahkan rumah kami sudah terendam banjir gara-gara mereka yang cari keuntungan. Kami minta, sekarang juga MMS harus menghentikan proyek itu,” ujar Nurrohman lagi.

Sementara Fery, Ketua RT 09, Kampung Pasir Kalong mengatakan, akibat ditutupnya saluran air dikawasan tersebut, kini rumah warga terendam banjir. Bahkan, ketinggian air sudah mencapai satu meter.

Pantauan Kabar6.com, banjir yang melanda pemukiman warga kali ini meluas hingga ke tiga RT. masing-masing meliputi RT 5, RT 6 dan RT 9. Sedangkan jumlah rumah yang terendam sudah sebanyak 67 unit. **Baca juga: Resah, Warga Cikupa Tuding Proyek Jalan Tol Picu Banjir.

Sayangnya, terkait aksi protes warga kali ini, belum didapat konfirmasi dari pihak PT MMS. Kabar6.com hingga kini masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak MMS.

Sebelumnya, Humas PT MMS, Ica, membantah tudingan warga bila proyek elevasi yang tengah dikerjakan menjadi pemicu banjir yang menggenangi rumah warga. **Baca juga: PT MMS Bantah Proyek Jalan Tol Picu Banjir di Cibadak.

“Proyek elevasi drainase kami sudah dirancang sebelumnya untuk masyarakat sekitar. Bukan karena proyeknya, tapi karena tingginya curah hujan dan minimnya daerah resapan air,” ungkapnya pada Rabu (18/11/2015) kemarin.

Menurut Ica, daerah disekitar proyek elevasi drainase hampir tidak memiliki tanah resapan. Sehingga curah hujan yang kecil bisa mengakibatkan banjir.(agm)

Berita Terbaru