oleh

Kawanan Monyet Liar Menyerang Anak-anak di Perumahan Puspiptek Tangsel

Kabar6-Kawanan monyet liar menyerang beberapa anak kecil di Perumahan Dinas Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Setu, Kota Tangerang Selatan dalam seminggu terakhir.

Hal itu dibenarkan Ketua RT 27, RW 06, Setu, Nahdi (54) menjelaskan, dalam seminggu termasuk kejadian kemarin telah ada 4 korban anak kecil yang diserang oleh kawanan monyet liar.

“Satu minggu ini ada juga sebelum tetangga saya juga ada anak kecil, ada 3 anak, di halaman rumah diserang,” ujarnya dilokasi, Kamis (28/1/2021).

Sementara itu, salah seorang ayah korban RZK (5), Bambang Wisnu saat dikonfirmasi oleh wartawan di RT 27, RW 06, Perumahan Dinas Puspiptek, Setu, Kota Tangsel mengatakan, anaknya diserang oleh kawanan monyet liar sekira pukul 11.30 WIB.

“Kemarin jam setengah 11 pagi anak saya sedang bermain di teras rumah, dari arah luar itu ada monyet yang nyerang anak saya, digigit tangan kiri abis itu ditarik sama anak saya, abis itu digigit juga tangan kanannya,” ujarnya.

Bambang mengatakan, anaknya ketika itu sedang bermain di teras rumah dan sudah sempat ada informasi di RT bahwa di blok dekat rumahnya ada monyet liar berkeliaran.

Menurutnya, saat kejadian ada 4 monyet liar, yang 1 menyerang anaknya, sementara 3 lainnya sedang menunggu kawannya untuk memberitahu bahwa ada makanan. “Gak keliatan, kemungkinan ekor panjang,” ungkapnya.

Bambang menerangkan, akibat kejadian itu dirinya berteriak minta tolong ke tetangga dan diantarkan ke Balai Kesehatan warga karena khawatir pendarahan yang terjadi pada anaknya.

“Khawatirnya takut kehilangan darah, alhamdulillah bisa ditangani,” terangnya.

Menurut Bambang, kondisi anaknya saat itu mengalami luka yang cukup parah pada lengan kirinya yaitu luka diatas dan dibawah yang kena pembuluh darah.

“Pembuluh darahnya diiket dan dijait luarnya. Yang bawah 7 jaitan yang atas 9 jaitan, yang tangan kanan ada 7 jaitan juga,” terangnya.

**Baca juga: Selidiki Hibah, Jaksa Tanyakan Ini ke Pengurus Cabor KONI Tangsel

Untuk kondisi terkini anaknya, Bambang menerangkan, masih mengalami panas tinggi hingga 39 derajat mungkin karena shock dan sering merengek kesakitan dari nyerinya itu.

“Pagi tadi udah turun, siang tadi naik lagi 38,2 derajat. Nanti 3 hari dikontrol untuk diganti perban nanti dicek ada masalah atau tidak,” tutupnya.(eka)

Berita Terbaru