oleh

Kasus Covid-19 di Kabupaten Tangerang Turun Salat Tarawih Boleh Rapat

Kabar6-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang, KH Ues Nawawi, menyatakan bahwa trend kasus Covid-19 sudah menurun. Selama bulan Ramadan 2022 shaft salat tarawih berjamaah pun sudah bisa rapat

“Vaksinasi sudah hampir melampaui target. Kami bisa semula merapatkan barisan di dalam solat tarawih dengan catatan menjaga protokol kesehatan yang sebaik-baiknya,” katanya kepada wartawan, Sabtu (2/4/2022).

KH Nawari berpesan kepada umat muslim dalam menyambut Ramadan yang penuh kemenangan ini harus penuh rasa tawadhu, khusu dalam mengisi ibadah wajib maupun sunnah.

“Kami berharap tetap menjaga protokol kesehatan dengan sebaik baiknya seperti memakai masker, dan membersihkan lingkungan masjid agar steril,” pesannya.

Terpisah sebelumnya, juru bicara Satgas Covid-19, Hendra Tarmizi, mengatakan tercatat pada akhir Maret masyarakat Kabupaten Tangerang meningkat untuk capaian vaksinasi dosis ketiga 14,2 persen dengan jumlah 320 ribu.

“Peningkatan signifikan lantaran adanya aturan mudik. Peningkatan dari tiga minggu yang lalu baru 11 persen, sekarang sudah 14,2 persen, perhari yang biasanya 200-300 orang, sekarang hampir 1000 orang sampai 2000 orang perhari,” terangnya kepada kabar6.com.

Menurutnya, vaksinasi Booster diminati masyarakat Kabupaten Tangerang penilaian mungkin mengarah pada aturan mudik lebaran tahun 2022. Suntik vaksin akan dilakukan pada siang hari mengacu kepada fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang Vaksin Covid-19 saat Bulan Ramadhan.

**Baca juga: Zaki Berharap Lengkong Kyai Bisa Jadi Pusat Pengembangan dan Pelestarian Seni Kaligrafi

“Kita bisa melakukannya, karana Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan dengan injeksi intramuskular (suntik) tidak membatalkan puasa, tahun lalu juga kami sudah lakukan,” tuturnya.

Capaian vaksinasi di Kabupaten Tangerang hingga 28 Maret tercatat 2.245.367 jiwa untuk dosis pertama atau mencapai 78,7 persen dari target 2.851.583 orang. Untuk vaksinasi dosis kedua 1.883.744 jiwa atau setara 64,3 persen. Vaksin penguat antibodi baru 320 orang atau 14,2 persen. (Rez)