oleh

Kampanye di Banten, Jokowi Sesalkan Isu Hoax yang Beredar

Kabar6-Kampanye akbar untuk pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 1 Joko Widodo-Maruf Amin tiba di Kota Serang Provinsi Banten, untuk memulai kampanye perdanya.

Sebelum memasuki Stadion Maulana Yusuf (MY), Jokowidodo menyempat kan diri untuk bertemu simpatisan lainnya dan alim ulama yang lebih dulu ada di dalam Stadion MY.

Namun ada yang berbeda kali ini, Jokowi itu justru mengkritisi isu hoax yang pernah menimpanya. Antaranya, isu mengenai penghapusan pendidikan agama Islam di Indonesia, larangan azan, persetujuan perkawinan sejenis dan isu lainnya yang seolah anti Islam.

Padahal, kata Jokowi, hal itu tidak benar, semua isu yang menimpanya itu adalah hoax. Menurutnya, siapaun Presidennya, tidak akan ada yang berani menghapus pendidikan agama Islam di Indonesia, melarang azan, persetujuan perkawinan sejenis dan isu-isu lainnya yang anti Islam.

“Siapa yang melarang azan. Gak mungkin siapapun menghapuskan pendidikan agama, gak mungkin, gak mungkin mengizinkan perkawinan sejenis, enggak mungkin melegalkan zina. Enggak mungkin siapapun Presidennya. Sampai kapan pun pasti enggak berani,” kata Jokowi, Minggu (24/3/2019).

Menurutnya, jika hal itu terjadi, pastinya akan mengundang perhatian publik karena dianggap bertentangan dengan aturan dan norma yang ada.

“Jadi enggak mungkin, siapapun tidaka akan berani. Pasri akan dikeroyok oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Sambung Jokowi, logika itu yang harus diluruskan, agar kabar tidak terus berkembang, karena sangat berbahaya.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara besar dengan berbagai keanekaragamannya harusnya dijaga.

“Sekarang mulai beredar, media sosial, rumah ke rumah, isu mengenai jika Jokowi – Amin menang akan hapus azan,

Menurutnya, cara-cara seperti adalah gaya berpolitik yang tidak benar, dan harus diluruskan, dalam mewujudkan demokrasi yang bersih.

“Harus dilawan, jangan diam. Kalau kita diam, nanti kabar itu dianggap benar, harus dijawab, diluruskan,” katanya.

Sisi lain juga, Jokowi juga memperkenalkan kartu KIP Kuliah bagi orang yang kurang mampu agar bisa melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Serta kartu pra kerja menjelang memasuki dunia kerja.

“Ke depan kita akan siapkan kartu KIP kuliah dan kartu pra kerja. Mudah-mudahn tahun depan sudah bisa dikeluarkan, setelah Pilpres,” katanya.**Baca Juga: Fakrab Minta Pemkab Lebak Kaji Ulang Kenaikan PBB.

Sejumlah kartu-kartu lainnya juga akan disiapkan, jika Jokowi kembali keluar sebagai Presiden RI selanjutnya.(Den)

Berita Terbaru