oleh

Kalkun Pernah Jadi Hewan yang Dipuja Suku Maya

Kabar6-Kalkun atau burung kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris. Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter.

Nah pada 300 SM, kalkundianggap sebagai dewa dan sangat dihormati oleh para anggota suku Maya. Melansir nationalgeographic, kalkun awalnya dijinakkan karena berperan dalam ritual keagamaan. Hewan tersebut menjadi simbol kekuasaan dan kehormatan. Kalkun muncul pada beberapa arkeologo dan ikonografi Maya. Diketahui, Maya Kuno merupakan salah satu peradaban yang cukup maju. Bagian dari budaya mereka adalah kecintaan terhadap kalkun.

“Kalkun dianggap memiliki kekuatan yang luar biasa dan bisa berbahaya bagi manusia di malam hari dan dalam mimpi,” kata Ana Luisa Izquierdo y de la Cueva dan Maria Elena Vega Villalobos, peneliti suku Maya.

Kalkun digambarkan seperti tokoh dewa dalam imaji agama Maya. Setidaknya, satu penguasa Maya memasukkan kata kalkun pada julukan kerajaannya. “Kalkun biasanya dimiliki secara ekslusif oleh orang-orang kaya dan berkuasa di masa itu,” kata Kitty Emery, kurator arkeologi lingkungan dari Florida Museum of Natural History.

Emery bersama tim peneliti yang mempublikasikan bukti awal domestikasi kalkun pada 2012, menemukan jejak kalkun di El Mirador, pemukiman Maya Kuno yang dulu ditempati 200 ribu orang. Penduduk di El Mirador, yang sekarang dikenal dengan Guatemala, memuja piramida raksasa dan menjalani kehidupan yang dibantu oleh saluran air dan jalan-jalan modern di masa itu. Kebiasaan mereka adalah memakan dan memuja kalkun.

Meskipun Maya mengimpor kalkun dari Meksiko, mereka juga menghargai kalkun liar yang berkelana di sekitar El Mirador. Burung tersebut dikagumi karena bulunya yang berwarna-warni serta bentuk kepalanya yang unik.

Kalkun dihormati sangat penting karena merepresentasikan ‘kekuatan elit, hubungan jarak jauh, perdagangan, dan kemampuan penguasa untuk menyediakan korban yang bulunya berwarna-warni tanpa memburu’.

Seni Maya menggambarkan kalkun dengan leher terkoyak dalam ritual perayaan Tahun Baru. Menurut para antropolog, pengorbanan burung diharapkan dapat memberikan kesuburan di masa mendatang, sebab kalkun dipandang sebagai utusan para dewa. ** Baca juga: Kelabang Tanpa Kaki Ditemukan di Barat Laut Rusia

Anggota suku Maya mungkin tidak dapat menjinakkan kalkun liar setempat, tapi mereka terbiasa melibatkan kalkun ‘impor’ dalam kehidupan sosial dan keagamaan. Kalkun modern saat ini merupakan keturunan burung Maya yang dianggap berharga.(ilj/bbs)

Berita Terbaru