oleh

Jumlah Penduduk Menyusut, Pemerintah di 7 Negara Ini Dorong Warganya Rajin Bercinta

Kabar6-Kepadatan penduduk adalah perbandingan jumlah penduduk dengan luas lahan. Secara umum, tingkat kepadatan penduduk (population density) adalah perbandingan banyaknya jumlah penduduk dengan luas daerah berdasarkan satuan luas tertentu.

Namun pada sebagian negara, justru mengalami penyusutan penduduk usia produktif. Jadi tidak heran apabila pemerintah setempat mendorong para pria dan wanita dewasa untuk menikah, rutin berhubungan seks, dan memiliki anak. Dilansir Okezone, berikut adalah tujuh negara yang dimaksud:

1. Romania
Pada dekade 1960 ketika dikuasai pemerintah beraliran komunisme, pertumbuhan populasi berjalan stagnan. Akhirnya, pemerintah memutuskan untuk mengenakan pajak sebesar 20 persen bagi pasangan yang tidak memiliki anak. Hal itu dianalogikan sebagai berikut, jika tidak bisa menyumbang calon tenaga kerja di masa depan, pasangan itu harus mendonasikan uang dalam jumlah cukup besar.

Ketika rezim komunis runtuh pada 1989, kebijakan brutal yang mengintervensi hak privasi individu itu dicabut. Namun, saat ini angka kesuburan hanya mencapai 1,31 anak per satu orang ibu sehingga dianggap masih rendah.

2. Denmark
Negara di Eropa bagian utara ini hanya memiliki angka kesuburan 1,73 anak per satu orang ibu. Pemerintah, melalui agen perjalanan Rejser, menawarkan paket menarik agar para wanita mau memiliki anak.

Mereka menawarkan paket berupa tunjangan selama tiga tahun bagi mereka yang memesan tiket perjalanan bulan madu lewat Rejser. Kampanye kini bergeser dengan tagline ‘Do it for Mom’ sebuah paket perjalanan bagi para pasangan muda agar segera memiliki anak demi memberi cucu kepada orangtuanya.

3. Rusia
Para pria di negara ini cenderung meninggal dalam usia muda, ancaman penyakit HIV/AIDS dan kecanduan alkohol. Sementara para wanitanya enggan memiliki anak, sehingga merupakan tantangan tersendiri bagi negara tersebut.

Pemerintah Rusia pada 2007 lantas menetapkan 12 September sebagai Hari Nasional untuk Kehamilan. Di hari tersebut, masyarakat Rusia mendapat hari libur sehingga lebih fokus untuk berhubungan seks guna memiliki anak. Para wanita yang melahirkan tepat sembilan bulan kemudian, atau 12 Juni, akan dihadiahi lemari es.

4. Jepang
Dengan tingkat ekonomi yang mencapai nomor dua terbaik di dunia, Jepang menghadapi tantangan besar di depan mata. Jumlah populasi usia produktif semakin menyusut, sementara penduduknya semakin menua. Problem makin pelik karena angka kesuburan berada di level mengkhawatirkan sejak 1975.

Pemerintah tidak tinggal diam. Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe sedang menggodok rencana untuk mendorong agar anak-anak muda di negaranya mau untuk menikah dan memiliki anak. Salah satunya lewat kebijakan Abenomics agar penduduknya tak perlu lagi khawatir dengan kondisi perekonomian pribadi, salah satu penyebab mereka malas berhubungan seks dan punya anak.

5. Singapura
Negara tetangga kita memilikibangka kesuburan paling rendah di dunia, yakni 0,81 anak per satu orang ibu. Pada 9 Agustus 2012, pemerintah mengadakan Malam Nasional hasil kerjasama dengan produsen permen Mentos untuk mendorong para pasangan agar bercinta.

Pemerintah juga menerapkan kebijakan pembatasan apartemen satu kamar agar lebih banyak menyediakan hunian bagi para pasangan. Setiap tahun, pemerintah Singapura menghabiskan US$1,6 miliar hanya untuk program yang mendorong penduduknya agar lebih banyak berhubungan seks.

6. Korea Selatan
Pertumbuhan ekonomi yang pesat di negara ini tidak diimbangi dengan kenaikan jumlah penduduk. Masyarakat Korea Selatan enggan bercinta dan menikah karena tuntutan pekerjaan serta belum terpenuhinya kebutuhan secara ekonomi.

Korea Selatan lantas menetapkan Hari Keluarga setiap Rabu pekan ketiga. Pada hari itu, semua bangunan di sana terutama perkantoran, wajib mematikan lampu mulai pukul 19.00. Hal tersebut dimaksudkan agar masyarakat rajin untuk berhubungan seksual.

Angka kesuburan di Korea Selatan termasuk mengkhawatirkan, yakni 1,25 anak per satu orang ibu. Karena itu, pemerintah berusaha untuk mendorong agar para pasangan memiliki lebih dari satu orang anak.

7. Italia
Dengan tingkat kesuburan hanya 1,43, sedikit di bawah rata-rata Eropa 1,58, Italia menghadapi ancaman penyusutan penduduk. Negara ini pun gencar melakukan berbagai kampanye dengan jargon unik agar penduduknya bersedia memiliki anak. ** Baca juga: Pasutri Asal Tiongkok Ini Bagikan 2,2 Ton Durian untuk Rayakan Ultah Pernikahan

Bagaimana dengan negara kita? (ilj/bbs)

Berita Terbaru