Jerawat Bisa Bikin Depresi

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Jerawat adalah kelainan yang berasal dari hormon dan zat pada kelenjar minyak di kulit dan folikel rambut. Faktor ini menyebabkan pori-pori tersumbat dan jerawat pun muncul. Jerawat biasanya muncul pada muka, leher, punggung, dada, dan pundak.

Meskipun bukan masalah yang mengancam, jerawat dapat menjadi sumber tekanan emosional yang signifikan. Jerawat yang parah dapat menyebabkan bekas luka permanen.

Tidak hanya membuat rasa percaya diri berkurang, jerawat ternyata memiliki risiko depresi yang lebih tinggi. Dilansir Sindonews, para peneliti menemukan pasien dengan jerawat secara signifikan setelah melakukan diagnosis.

“Studi ini menyoroti hubungan penting antara penyakit kulit dan penyakit jiwa,” kata periset dari University of Calgary, Kanada, Isabelle Vallerand. Penelitian yang diterbitkan British Journal of Dermatology ini memasukkan data dari Jaringan Perbaikan Kesehatan (THIN) dari 1986 sampai 2012.

Penelitian ini menemukan risiko depresiasi lebih tinggi dibandingkan dengan individu tanpa jerawat. Untuk itu Anda harus mengkonsultasikan masalah jerawat ke psikiater, utamanya jika sudah sangat mengganggu kesehatan.

“Mengingat risiko depresi paling tinggi pada periode setelah pertama kali pasien mempresentasikan kepada dokter untuk masalah jerawat, ini menunjukkan dampak besar terhadap kesehatan mental secara keseluruhan,” kata Vallerand. ** Baca juga: Tidak Suka Kafein, Beberapa Minuman Sehat Ini Dapat Menjadi Alternatif

“Bagi para jerawat ini, ini lebih dari jatuhnya kulit, ini bisa menimbulkan masalah kesehatan mental yang signifikan dan harus dengan serius,” ujarnya.(ilj/bbs)