oleh

Jelang Nataru, Harga Komoditi Pangan di Kabupaten Tangerang Naik

Kabar6- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tangerang memastikan harga bahan pokok mulai merangkak naik menjelang perayaan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Tangerang, Iskandar Nordat mengatakan kebutuhan bahan pokok yang mengalami kenaikan tersebut diantaranya seperti telur, daging sapi, daging ayam, dan cabe rawit.

“Ini mungkin faktornya karena permintaan konsumen yang banyak jadi berpengaruh terhadap harga komoditas mengalami kenaikan harganya,” ungkap Iskandar kepada wartawan di Tigaraksa, Rabu (7/12/2022).

Ia menerangkan, harga yang mengalami kenaikan cukup menonjol saat ini berupa komoditas telor ayam awalnya Rp 22 ribu kini naik menjadi Rp 31ribu per kilogram. Kemudian kenaikan harga daging sapi yang sebelumnya Rp110 ribu menjadi Rp 140 ribu per kilogram.

Pada komoditas kebutuhan bahan pokok lainnya yang mengalami kenaikan seperti cabe rawit hijau dan merah. Harga dari Rp 30 ribu jadi Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram.

“Daging ayam juga mengalami kenaikan dari Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilo. Namun dengan ada kenaikan ini kita masih menjamin untuk ketersediaan kebutuhan itu,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, untuk ketersediaan bahan pangan yang ada di pasar-pasar tradisional yang ada di Kabupaten Tangerang masih aman, dan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2022 ini.

“Kalau untuk ketersediaan stok Bapok seperti beras, minyak goreng, tepung terigu, gula dan lainnya sesuai stok yang ada di Bulog kita pastikan mencukupi dan aman menjelang akhir tahun ini,” ungkapnya.

**Baca juga: Dekat PLTU, Penambak di Kabupaten Tangerang: Ikan Bandeng Jadi Kecil

Lanjutnya, dalam upaya mengendalikan sejumlah kenaikan harga yang terjadi, pihaknya pun kini tengah melakukan monitoring terhadap pasar-pasar tradisional atau modern.

“Upaya menekan inflasi daerah dengan membuka bazar murah. Selain itu kita juga akan melakukan kegiatan monitoring terkait pengecekan ketersediaan bahan pokok dan mencegah adanya menjual bahan pokok di atas HET,” tukasnya. (Rez)

Print Friendly, PDF & Email