oleh

Jauhi Peradaban Modern, 3 Pria Ini Hidup Terasing

Christopher McCandless.(bbs)
Christopher McCandless.(bbs)

Kabar6-Tidak sedikit orang yang merasa jenuh dengan padatnya aktivitas sehari-hari, termasuk juga tingkat kebisingan dan stres akibat kemacetan lalu lintas yang harus dihadapi setiap hari.

Berlibur ke pulau atau tempat-tempat tenang dan jauh dari keramaian menjadi salah satu solusi yang dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks.

Namun apa yang dilakukan ketiga pria ini mungkin terbilang tidak biasa. Ya, mereka meninggalkan hiruk pikuk peradaban modern, dan lebih memilih menghabiskan sisa hidupnya dengan hidup terasing. Dikutip dari berbagai sumber, ini dia tiga pria yang dimaksud:

1. Pedro Luca
Pria ini sudah hidup sekira 40 tahun di gua Tucuman, provinsi terkecil di Argentina. Ia bertahan hidup dengan berburu hewan liar di hutan dan minum dari mata air dekat gua. Meskipun terpencil, Luca tetap masih menggunakan radio untuk hiburan saat malam hari.

Angelo Valkenborg.(bbs)
Angelo Valkenborg.(bbs)

2. Angelo Valkenborg
Valkenborg hidup bak manusia purba di hutan Slovenia, sebelumnya adalah seorang salesman yang sudah memiliki mobil dan rumah mewah. Namun akhirnya, pria itu memutuskan untuk meninggalkan kehidupan modern dan memilih menyendiri di hutan.

Layaknya manusia purba, Valkenborg bertahan hidup dengan berburu dan meramu makanan. Sama seperti Luca, Valkenborg juga masih menyimpan smartphone dan mobil miliknya di tepi hutan untuk berjaga-jaga.

3. Christopher McCandless
McCandless adalah petualang dan pendaki gunung asal Amerika Serikat yang kisahnya fenomenal. Setelah lulus kuliah dengan prestasi cemerlang pada 1990, McCandless lantas memutuskan untuk lepas kontak dengan keluarganya dan berkelana seorang diri.

Sempat berpetualang di Alaska, McCandless menetap di area pertambangan tua Stampede Trail. Tragis, saat berkelana itulah McCandless meninggal dunia akibat kelaparan. Tubuhnya ditemukan dalam kondisi membusuk oleh pemburu yang lewat beberapa bulan kemudian.

Kisah McCandless dituliskan sebagai artikel berseri di harian Outside oleh Jon Krakauer. Kemudian Krakauer menuliskannya kembali menjadi buku Into The Wild yang akhirnya kisah ini diangkat ke layar lebar pada 2007 silam. ** Baca juga: Hindari Tikus, Mobil Ini Pakai ‘Celana’

Jiwa petualang memang selalu ada dalam diri tiap orang.(ilj/bbs)

Berita Terbaru