oleh

Jatuh Cinta pada Pramugari, Penyelundup Miras di India Naik Pesawat Hingga 50 Kali

Kabar6-Samar Ghosh, pria asal Bihar, India, yang juga penyelundup minuman keras (miras), melakukan hal yang bikin orang geleng-geleng kepala saat dirinya tengah dimabuk cinta.

Bagaimana tidak, melansir Gulfnews, Ghosh bepergian tidak kurang dari 50 kali dengan penerbangan maskapai IndiGo dalam beberapa bulan, gara-gara jatuh cinta pada seorang pramugari yang bertugas di maskapai tersebut. Hingga akhirnya, Ghosh berhasil menikahi pramugari pujaannya, warga distrik Bulandshahr, Uttar Pradesh, pada 2020 lalu. Ghosh melakukan perjalanan di kelas bisnis pada hari pacarnya bertugas di penerbangan.

Nahas, kisah indah itu tidak bertahan lama karena Ghosh ditangkap oleh polisi di distrik Purnia, Bihar, dengan tuduhan memasok miras ilegal. Diketahui, Bihar merupakan negara bagian di India yang memberlakukan larangan total terhadap miras selama lebih dari lima tahun.

“Kami mendapat informasi bahwa penyelundup minuman keras Bengal, Samar Ghosh, telah melakukan perjalanan melalui udara dari bandara Bagdogra ke Delhi beberapa kali dengan kelas bisnis. Itu juga sedang diselidiki berapa kali dia melakukan perjalanan melalui udara,” kata Daya Shankar, inspektur polisi distrik Purnia.

Polisi mengatakan, Ghosh, warga distrik Dinajpur Utara, Bengal Barat, awalnya berprofesi sebagai penjual sayuran jalanan untuk menghidupi keluarganya. Namun, dia beralih menjadi penyelundup miras setelah Bihar memberlakukan larangan total terhadap miras pada 2016, dan Ghosh seketika menjadi seorang jutawan.

Setelah kaya raya, Ghosh pernah bepergian dengan penerbangan dari bandara Bagdogra ke Delhi pada 2019, dan langsung jatuh cinta pada seorang pramugari maskapai IndiGo. ** Baca juga: Warga Sebuah Perumahan di Malaysia Lakukan Protes Unik dengan Menambal Jalan Berlubang Memakai Baju

Selama interogasi, Ghosh memberi tahu polisi bagaimana dia menjalankan sindikat miras dengan bantuan beberapa pemuda pengangguran setempat yang memberinya uang besar.

Bihar memberlakukan larangan total pada April 2016 dan kemudian mengeluarkan undang-undang (UU) yang kejam untuk melarang total konsumsi, penjualan, dan pembuatan minuman beralkohol. UU itu mengakibatkan ratusan ribu orang masuk penjara bahkan untuk pelanggaran sederhana seperti minum alkohol.(ilj/bbs)

Berita Terbaru