oleh

Jadi Viral, Pengantin di Malaysia Kenakan Tarif pada Tamu Undangan untuk Makan dan Foto Bareng Mempelai

Kabar6-Sebuah undangan pesta pernikahan yang diadakan di Light House, Penang, Malaysia, sontak menjadi viral di media sosial. Pasalnya, pasangan pengantin yang menyebar undangan tersebut mengenakan tarif bagi para tamu yang akan hadir.

Dalam postingan yang diunggah ke media sosial, melansir Boredpanda, tampak tarif yang ditulis dalam undangan pesta pernikahan bervariasi, dibedakan bagi tamu yang sebatas datang, makan, foto bersama pengantin, hingga memesan lagu. Dalam undangan itu juga terdapat nama kedua mempelai serta foto mereka meski sebagian wajahnya tak ditampilkan.

Apa saja daftar harga yang dikenakan kepada tamu undangan? Berikut rinciannya:
1. Tiket masuk, sekira Rp168 ribu per orang
2. Makan buffet, sekira Rp168 ribu per orang
3. Berfoto dengan pengantin, sekira Rp67 ribu per frame
4. Request lagu, sekira Rp10 ribu
5. Karaoke, sekira Rp16 ribu untuk dua lagu

Dalam undnagan tercantum pula catatan, jika tamu memberikan hadiah kepada pengantin mereka akan mendapat potongan harga 50 persen. Keruan saja undangan pernikahan itu mendapat respons beragam dari netizen di media sosial.

Beberapa di antaranya bisa memaklumi kondisi pengantin karena biaya pernikahan semakim mahal. Bahkan, ada yang membandingkan dengan pernikahan di Tiongkok dan Korea Selatan bahwa tamu harus memberikan uang kepada pengantin.

“Tamu membayar per meja atau kepala jika mereka ingin hadir. Jadi meja itu adalah milik mereka dari awal sampai akhir. Tamu harus bayar untuk datang,” demikian komentar seorang netizen. ** Baca juga: Oarfish ‘Ikan Monster’ yang Dianggap Pertanda Gempa dan Tsunami Muncul di Chile

Sebaliknya, banyak netizen yang mengecam penerapan tarif itu karena bertentangan dengan tujuan mengadakan pernikahan. “Ini adalah kebalikan yang biasa dipraktikkan dalam Islam. Anda menggelar resepsi dengan tujuan menghidangkan makanan, tidak peduli apakah itu untuk 100 atau 1000 orang,” tulis seorang netizen.

“Jika Anda belum sanggup mengadakan, tidak ada gunanya. Pernikahan dianggap seperti donasi. Jika Anda ingin balik modal (lebih baik) berbisnis, bukan menikah,” sambung netizen lainnya.

Bagaimana menurut Anda?(ilj/bbs)