oleh

Ini Negara yang Disebut Paling Banyak Lakukan Prosedur Operasi Plastik

Kabar6-Operasi plastik (oplas) adalah sebuah tindakan kedokteran yang menitikberatkan pada rekonstruksi atau perbaikan cacat dan kekurangan fungsional pada fisik pasien yang dikarenakan oleh penyakit, cedera, penyakit bawaan dan pembedahan yang pernah dijalani.

Di sisi lain, oplas dapat menjadi salah satu solusi bagi orang yang merasa kurang puas dengan bagian tubuhnya. Pada sejumlah negara, oplas merupakan salah satu jalan pintas yang dapat ditempuh untuk mempermudah banyak hal, mulai dari pekerjaan hingga mendapatkan pasangan.

Awalnya, oplas tidak diperuntukkan bagi orang awam. Saat pertama kali ditemukan pada 1916, oplas dilakukan untuk membantu meringankan kerusakan wajah tentara Perang Dunia I agar dapat beraktivitas normal kembali.

Berdasar data yang dihimpun American Society of Plastic Surgeons, melansir Sindonews, pada 2020 ada sebanyak 15,6 juta prosedur oplas dilakukan di seluruh dunia, yang terbanyak adalah operasi hidung, kelopak mata, facelift, sedot lemak, dan operasi payudara.

Korea Selatan (Korsel) terkenal dengan menjamurnya klinik kecantikan yang ada di hampir setiap sudut kota. Namun, Korsel bukanlah negara dengan jumlah operasi plastik terbanyak di dunia. ** Baca juga: Selama Enam Bulan Diperkosa 400 Pria, Remaja India Ini Berbadan Dua

Negeri Gingseng ini menempati posisi kelima, dengan posisi pertama yang dipegang oleh Amerika Serikat (AS). Menurut data yang dikumpulkan International Society of Aesthetic Plastic Surgery (ISAPS) pada 2018, AS menempati urutan pertama negara dengan prosedur operasi plastik terbanyak di dunia, yang totalnya mencapai lebih dari 4,3 juta prosedur.

Kemudian pada peringkat kedua ditempati oleh Brasil, dengan total 2,3 juta prosedur oplas. Jenis prosedur yang paling banyak diminati adalah operasi payudara, dengan total sebanyak 1,4 juta prosedur dilakukan di AS dan 392 ribu prosedur di Brasil.

Ada sebanyak 92 persen pasien oplas berjenis kelamin wanita, dengan segmentasi umur yang berada di kisaran 40-54 tahun.(ilj/bbs)

Berita Terbaru