oleh

Ini Lho Makanan yang Dikonsumsi Mumi

Kabar6-Mumi adalah sebuah mayat yang diawetkan, dikarenakan perlindungan dari dekomposisi oleh cara alami atau buatan, sehingga bentuk awalnya tetap terjaga. Ini dapat dicapai dengan menaruh tubuh tersebut di tempat yang sangat kering atau sangat dingin, atau ketiadaan oksigen, atau penggunaan bahan kimiawi.

Hal menarik tentang mumi, selain masalah pengawetan juga tentang apa yang mereka makan dalam kehidupan sehari-hari. Dan salah satunya adalah terungkap menu makanan mumi yang berada di Peru.

Rambut yang masih utuh dari mumi berusia 2.000 tahun tersebut, sebagaimana dilansir Livescience, menjadi indikatornya dan telah membantu mengungkap apa yang dimakan orang Paracas di Peru, sebelum kematian mereka. Tim arkeolog menggunakan untaian rambut yang terawat baik untuk mempelajari menu makan dari 14 orang ditemukan di Paracas Necropolis dari Wari Kayan. Selama berbulan-bulan terakhir kehidupan mereka, tampaknya mereka mengonsumsi terutama ikan dan tanaman, seperti jagung dan kacang-kacangan.

Profesor Kelly Knudson di Arizona State University membuat penemuan setelah fokus pada analisis karbon dan nitrogen isotop dari keratin pada rambut. Hewan yang tinggi pada rantai makanan cenderung memiliki nilai isotop nitrogen yang tinggi. Nilai nitrogen isotop dalam air laut dan tanaman cenderung lebih besar dibandingkan di darat.

Para ilmuwan juga melihat jenis dan jumlah isotop karbon. Kebanyakan tanaman, seperti kacang-kacangan dan buah-buahan, membuat C3, sementara jagung menghasilkan C4. Angka-angka menunjukkan hal yang berbeda, dari cara tanaman berfotosintesis dan menghasilkan energi dari matahari. Kesimpulannya, mumi tersebut makan campuran dari kedua C3 dan C4 tanaman.

“Dengan menggunakan sampel kecil rambut dari mumi-mumi ini, kita dapat mempelajari apa yang mereka makan di bulan dan minggu sebelum mereka meninggal, yang merupakan tampilan yang sangat jelas di masa lalu,” kata Profesor Knudson.

makanan mereka, dikatakan peneliti, tidak hanya memberikan wawasan tentang kesehatan, tetapi juga menunjukkan di mana orang tinggal dan bepergian, serta menawarkan petunjuk tentang kehidupan mereka sehari-hari. ** Baca juga: Liu ‘Sulap’ Ribuan Jagung Jadi Rumah

“Apa yang menarik bagi saya tentang penelitian ini adalah, kita menggunakan teknik ilmiah baru untuk mempelajari lebih lanjut tentang mumi yang digali hampir 100 tahun yang lalu,” tambahnya.(ilj/bbs)

Berita Terbaru