oleh

Ini Jadwal Operasi Mudik Lebaran di Cilegon

Kabar6-Pelaksanaan operasi arus mudik Lebaran 2015 di Kota Cilegon dilaksanakan mulai H-15 sampai H+10 atau dari 1 hingga 29 Juli 2015.

 

Operasi tersebut lebih lama dibandingkan tahun sebelumnya yang dimulai H-7 sampai H+8 Lebaran.

 

Perpanjangan masa pelaksanaan Operasi Mudik Lebaran 2015 ini, sesuai dengan instruksi Menteri Perhubungan Ignasius Johan. Kebijakan ini dipertimbangkan berdasarkan hasil evaluasi Operasi Mudik Lebaran tahun lalu.

 

Ketua Operasi Arus Mudik dari Dinas Perhubungan Kota Cilegon, Uteng Dedy Apandy, mengatakan perpanjangan pelaksanaan operasi guna mengantisipasi kepadatan arus mudik yang biasa terjadi di Cilegon.

 

Saat ini, kata Uteng, pihaknya telah melakukan persiapan untuk kelancaran arus mudik. ** Baca juga: Wow, Harga Daging Sapi di Cilegon Tembus Rp120 Ribu

 

“Salah satu persiapan yang telah dilakukan antara lain dengan mempersiapkan rekayasa lalu lintas. Rekayasa ini penting untuk mengurai kemacetan yang biasa terjadi saat arus mudik dan balik,” kata Uteng, Kamis (18/5/2015).

 

Dalam rekayasa lalu lintas yang telah disiapkan,  nantinya jalur lalu lintas akan dibagi untuk angkutan umum dan kendaraan pribadi. Angkutan umum akan diarahkan melewati jalur khusus yang telah disiapkan.

 

“Angkot tidak lagi melewati jalur biasa, tapi lewat jalan Kadipaten, Kecamatan Cibeber. Supaya tidak bentrok antara angkutan umum dan kendaraan pemudik yang bisa menciptakan kemacetan,” ujarnya.

 

Untuk mengamankan ritual mudik tahun ini, Dishub Kota Cilegon menyiagakan sedikitnya 200 personel, ditambah personel bantuan dari Dishubkominfo Banten dan kepolisian. Personel yang disiagakan, akan disebar di seluruh titik rawan kemacetan di jalur mudik dan jalur wisata.

 

“Kawasan yang biasanya menjadi langganan macet antara lain Simpang PCI, Simpang ADB, TTM, dan Terminal Seruni. Kami juga menyiagakan petugas mobile,” kata Uteng.

 

Sementara itu, operasi arus mudik lebaran akan dilaksanakan pada H-7 hingga H+7 lebaran. Humas PT Angkutan Sugai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak, Mario Sardadi Oetomo mengatakan, pantauan lonjakan penumpang tetap dilaksanakan sebelum pelaksanaan operasi.

 

“Memang ada himbauan dari kemenhub tapi itu untuk Pelabuhan Indonesia (Pelni). Karena kapal yang beroperasi di sana jarak tempuh perjalanannya lebih lama,” kata Mario.(tmn/din)

Berita Terbaru