Ini 3 Fakta Menarik Tentang Ketombe

Ilustrasi/bbs

Kabar6-Ketombe, juga disebut sindap dan kelemumur, dengan nama ilmiah Pityriasis capitis, adalah pengelupasan kulit mati berlebihan di kulit kepala. Sel-sel kulit yang mati dan terkelupas merupakan kejadian alami yang normal bila pengelupasan itu jumlahnya sedikit.

‘Kehadiran’ ketombe tentu membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Terlebih saat mengenakan baju berwarna hitam.

Nah, sebelum mencari solusi yang tepat untuk mengusir si putih ini, ada baiknya Anda mengetahui beberapa fakta menarik seputar ketombe. Dikutip dari beberapa sumber, ini dia uraiannya:

1. Ketombe dibagi menjadi tiga jenis
Ketombe yang paling umum adalah Pityriasis Simplex. Ketombe jenis ini umumnya memiliki wujud kepingan kulit mati tipis berwarna putih.

Jenis kedua adalah seborrheic dermatitis yaitu kondisi ketombe yang sedikit lebih serius dibandingkan dengan jenis ketombe sebelumnya.

Seborrheic dermatitis umumnya ditandai dengan kondisi kulit kepala yang jauh lebih berminyak dibandingkan biasanya, serpihan ketombe umumnya berwarna kuning dan munculnya iritasi yang mengakibatkan kulit kepala berwarna kemerahan.

Jenis ketombe yang ketiga adalah psoriasis. Gejala psoriasis antara lain kulit kepala yang terasa gatal hingga mengakibatkan keluarnya darah karena aktivitas menggaruk yang terlalu keras.

Psoriasis tidak hanya muncul di kulit kepala saja, rasa gatal tersebut juga bisa menimbulkan luka di anggota tubuh lainnya.

2. Ketombe dipengaruhi ragi bernama malassezia
Kebanyakan orang menganggap bahwa ketombe terjadi akibat kondisi kulit kepala yang kering. Padahal sebaliknya, ketombe justru disebabkan oleh produksi minyak rambut yang terlalu banyak.

Kondisi lembap pada kulit kepala dapat menyebabkan ragi malassezia berkembang secara pesat hingga mengakibatkan munculnya ketombe. Malassezia adalah faktor penyebab timbulnya jenis ketombe pityriasis simplex dan seborrheic dermatitis.

Malassezia adalah organisme yang memang ada secara alami di kulit kepala Anda. Karena itulah tidak disarankan untuk melenyapkan ragi tersebut. Hal yang dapat dilakukan adalah dengan keramas secara teratur untuk membantu mengontrol produksi minyak rambut, terutama jika Anda sangat aktif dan sering berkeringat.

3. Ketombe bisa karena faktor genetik
Kenapa satu orang bisa lebih mudah terkena ketombe dibandingkan dengan orang lain? Besar kemungkinan salah satu alasan adalah karena faktor genetik.

Jika dalam riwayat keluarga Anda terdapat anggota keluarga yang punya masalah dengan ketombe, maka ada kemungkinan Anda juga mendapatkan bakat genetik tersebut.

Namun ketombe ternyata juga bisa disebabkan oleh faktor-faktor lain misalnya ketidakseimbangan hormon akibat stres maupun siklus menstruasi. ** Baca juga: Fakta & Mitos Seputar Diet Agar Anda Tidak Keliru

Pengaruh cuaca yang dingin dan kering, serta beberapa jenis makanan seperti cokelat dan keju diketahui berpotensi membuat seseorang lebih rawan mengalami ketombe.(ij/bbs)