oleh

Ilmuwan Temukan Bakteri Mengerikan dalam Bangkai Kapal Titanic

Kabar6-Para ilmuwan yang ‘berkunjung’ ke bangkai kapal Titanic menemukan bakteri mengerikan. Diketahui, kapal Titanic tenggelam di Samudra Atlantik pada kedalaman 3.810 meter atau sekira 12.500 kaki di lepas pantai Newfoundland, Kanada, pada 1912 silam.

Saat ini, bangkai kapal Titanic mengalami pelapukan dan telah membusuk. Dua bagian kapal yang terbelah ini berada di tempat berbeda dengan jarak ratusan meter.

Penyelaman untuk meneliti kapal Titanic ini dilakukan dengan menggunakan faktor pembatas (limiting factor) depth submergence vehicle atau DSV. Alat ini mampu menangkap video kapal Titanic dengan resolusi tinggi 4K dan 3D.

Para ilmuwan, melansir BBC, memprediksi bahwa kondisi kapal Titanic ini akibat menjadi konsumsi mikroba dan hewan laut yang beragam. Selain itu, karena korosi garam dan bakteri mengerikan yang membuat kapal Titanic mengalami kerusakan parah. Bakteri mengerikan tersebut adalah bakteri pemakan logam yang menggerogoti besi bangkai kapal Titanic, dan menciptakan struktur rusticle dan logam yang jauh lebih lemah.

Rusticle yang tercipta ini lalu membuat bentuk kapal menjadi lebih halus dan berubah menjadi bubuk hingga larut dalam laut. Dijelaskan ilmuwan, bakteri ini adalah Halomonas Titanicae yang pertama kali ditemukan pada 1991 di karat dan es. Sayangnya, untuk mengidentifikasi bakteri ini adalah hal sulit. Perlu waktu hingga 2010 baru disadari keberadaannya.

Alhasil, beberapa bagian kapal sudah menghilang, termasuk sejumlah ‘kemewahan’ yang dulu jadi salah satu ciri kapal Titanic. Bagian sisi kanan tempat tinggal petugas dan kapten berada, bak mandi kapten, hingga kabin-kabin telah rusak parah. ** Baca juga: Benarkah Orang Mesir Berasal dari Mars?

Karena masa kapal Titanic tidak akan bertahan lama dan akan rusak karena bakteri mengerikan tersebut, para ilmuwan lalu merekam wujud kapal ini dengan teknik fotogrametri yang memungkinkan adanya rekreasi 3D dan virtual augmented reality di masa depan.(ilj/bbs)

Berita Terbaru