oleh

Ilmuwan Australia Klaim Pasir Pantai Pink Garnet Berasal dari Gunung Antartika

image_pdfimage_print

Kabar6-Penelitian terbaru oleh tim ilmuwan Australia menunjukkan bahwa pasir pink Garnet di Semenanjung Yorke dan Fleurieu, Australia Selatan, berasal dari batu delima yang dihaluskan, sumbernya kemungkinan besar adalah gunung yang sekarang terkubur di bawah es di Antartika.

Pasir pink di pantai-pantai tersebut masih tergolong jarang diketahui. Butiran-butiran halus ini, berwarna pink karena dedaunan delima yang hancur, bervariasi dalam konsentrasinya di berbagai pantai, dari hampir tak terlihat hingga mendominasi seluruh hamparan pasir.

Tim ilmuwan, melansir iflscience, berharap dengan melacak asal garnet, mereka dapat mempelajari lebih banyak tentang sejarah geologi wilayah tersebut dengan mempelajari jalur yang dilaluinya untuk mencapai pantai-pantai ini. Australia Selatan memiliki dua sumber garnet, yaitu pertama terbentuk 514-490 juta tahun yang lalu selama pembentukan Sabuk Lipat Adelaide.

Sumber lainnya jauh lebih tua, berasal dari 3,3 hingga 1,4 miliar tahun yang lalu ketika Gawler Craton, yang sekarang menjadi bagian tengah negara bagian, terbentuk.

Tim ilmuwan dari Universitas Adelaide mempelopori metode penanggalan lutetium-hafnium berbasis laser, yang memungkinkan mereka untuk menentukan bahwa beberapa butiran garnet di pantai-pantai ini berasal dari kedua peristiwa pembentukan geologis tersebut. Namun, sebagian besar butiran garnet, dan yang paling umum, berusia antara 570 hingga 590 juta tahun.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan, usia ini sesuai dengan gunung berapi purba di Antartika Timur yang runtuh ke laut sekitar waktu itu. Arus laut kemudian membawa sisa-sisa gunung berapi, termasuk garnet, ke utara, di mana mereka akhirnya terdampar di pantai Australia Selatan selama jutaan tahun.

Penemuan ini memiliki implikasi signifikan untuk pemahaman kita tentang sejarah geologi Australia dan Antartika. Ini menunjukkan, kedua benua ini mungkin memiliki hubungan yang lebih dekat di masa lalu daripada yang diperkirakan sebelumnya, dan memberikan wawasan baru tentang kekuatan arus laut dalam mendistribusikan sedimen di seluruh dunia.(ilj/bbs)

Print Friendly, PDF & Email