oleh

Hindari Silpa Tinggi, Pemkab Tangerang Kebut Pembangunan

Kabar6-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang, saat ini tengah berjuang keras dalam membangun daerahnya. Itu dilakukan agar terhindar dari tingginya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) pada APBD Tahun Anggaran 2014.

Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, pihaknya mengaku optimis penyerapan anggaran pada 2014 ini bisa mencapai 50 persen lebih dari total jumlah APBD yang dimiliki yakni, sebesar Rp 3,532 Trliun.

Target itu dinilai sangat realistis, mengingat pelaksanaan pembangunan yang molor akibat APBD yang terlambat diteken oleh Gubernur Banten non aktif, Hj Ratu Atut Chosiyah.

“Kami yakin serapan anggaran tahun ini bisa lebih dari Lima puluh persen. Pembangunan akan kami kebut hingga akhir Desember mendatang,” ungkap Bupati Zaki, kepada Kabar6.com, Senin (15/9/2014).

Dijelaskan Zaki, keterlambatan penandatanganan APBD tersebut, berimbas langsung pada pembangunan proyek baik fisik maupun nonfisik. Jika saja APBD itu di teken pada awal Januari (2014), maka target serapan anggaran kemungkinan besar bisa mencapai hingga ke angka sembilan puluh persen.

Namun, lanjut Zaki, apa hendak di kata, APBD yang diserahkan pada 28 Desember 2013, baru di teken pada Maret lalu. Sehingga sejumlah kegiatan pembangunan di kota seribu industri ini  praktis terganggu.

“Karena APBD itu di tandatangani bulan Maret lalu, artinya persiapan dan lainnya untuk tender  baru bisa dilakukan sekitar tiga bulan kemudian atau Juni. Ironisnya, pada Juli sudah memasuki Ramadhan, kemudian dipotong lebaran. Hingga, proyek baru bisa efektif pada Agustus,” ujarnya.

Saat ini, kata Zaki, waktu sudah memasuki persiapan Alokasi Biaya Tambahan (ABT) atau APBD Perubahan. “Jadi, kerjaannya benar-benar padat,” tandasnya.

Lebih lanjut Zaki mengutarakan, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), untuk mengebut program di masing-masing dinas yang di pimpinnya.

“Saya lihat cuma Dinas Binamarga dan Dinas Cipta Karya saja yang tidak maksimal serap anggaran. Tapi mau bagaimana lagi, mending gak usah diserap, dari pada kena masalah. Toh uangnya juga bisa di pakai untuk program tahun depan. Duitnya juga gak hilang ini,” pungkas Zaki lagi.

Ditegaskannya, daerah yang mengalami keterlambatan pembangunan tak hanya dialami Kabupaten Tangerang. Namun, hal serupa juga turut daerah lainnya juga turut merasakan hal serupa.

Daerah-daerah yang terlambat itu diantaranya, Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang. Sedangkan sisanya, Kabupaten Lebak, Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, dianggap mampu memenuhi penyerapan APBD 2014. **Baca juga: Zaki Anggap Persoalan Batas Wilayah Sudah Final.

“APBD 2014 untuk ketiga daerah itu di majuin semua, karena ada proses Pilkada, makanya di tandatangani sama Bu Atut, sebelum ditahan KPK,” imbuhnya.(din)

Berita Terbaru