oleh

Hiasan Tubuh Unik Suku-Suku Di Dunia

IlustrasiKabar6-Hiasan tubuh yang tidak lazim telah dilakukan berbagai suku di seluruh dunia sejak ratusan tahun lalu. Salah satu tujuannya adalah untuk keindahan dan kecantikan. Apa saja sih hiasan yang sering membuat kita berdecak kagum?

 

 

1. Suku Mursi

Suku Mursi/Murzu merupakan penggembala ternak yang hidup nomaden di Ethiopia dekat perbatasan Sudan. Populasi suku Mursi saat ini diperkirakan 6000 – 10.000. Perempuan suku Mursi mengenakan piring yang dikenakn pada bibir bagian bawah.

 

Hiasan dengan memakai piring ini sebagai tanda untuk daya tahan, kedewasaan, dan kecantikan. Semakin besar dan indah piring yang terselip di bibir, maka akan semakin tinggi stamina, semakin kaya, dan semakin cantik perempuan tersebut.

 

2. Suku Rikbaktsa

Merupakan suku yang hidup di hutan hujan Amazon Brazil, wilayah Mato Grosso. Sering disebut Orelhas de Pau (telinga kayu), karena kebiasaan pria suku itu memakai kepingan kayu di telinga agar memanjang. Para pemuda tanggung suku Rikbaktsa menindik telinga mereka selama perayaan ritual, usia 14 tahun atau 15 tahun, ketika mereka mampu berburu hewan besar dan mengetahui upacara-upacara tradisional.

 

Ritual ini menandai transisi menjadi dewasa dan layak untuk menikah, dengan mengganti nama mereka menjadi nama dewasa yang baru. Namun ritual memanjangkan telinga saat ini tidak diikuti lagi oleh kalangan pemuda di sana.

 

3. Suku Dayak

Suku Dayak Kenyah, Bahau, dan Kayan di Kalimantan Timur, masih melakukan tradisi memanjangkan telinga. Di kalangan suku Dayak Kenyah, kaum pria tidak boleh memanjangkan telinga melebihi bahu mereka. Sedangkan kaum perempuan diperbolehkan memanjangkan telinga hingga sebatas dada.

 

Penindikan telinga dimulai sejak berusia satu tahun. Setiap tahun mereka akan menambahkan satu buah anting-anting perak. Bentuk anting-anting menunjukkan perbedaan status dan jenis kelamin. Bagi suku Dayak Kenyah, memanjangkan telinga merupakan tanda/identitas kemanusiaan mereka.

 

4. Suku Apatani

Suku Apatani tinggal di lembah Ziro, negara bagian Arunachal Pradesh, India Timur Laut. Perempuan dari suku ini dianggap paling cantik di antara suku Arunachal. Saking cantiknya, para perempuan itu pun harus terlihat tidak menarik sebagai perlindungan dari suku-suku lain yang akan memperebutkan mereka. Untuk menyamarkan kecantikan mereka, perempuan suku Apatani memakai colokan kayu besar pada hidung mereka.

 

5. Suku Kayan

Merupakan etnis Tibet-Burman yang minoritas di Myanmar. Perempuan suku Kayan memakai kumparan kuning pada leher mereka. Kumparan atau gelang terbuat dari kuningan dikenakan di sekitar leher anak perempuan ketika mereka berusia sekitar lima tahun.

 

Setiap kumparan akan diganti dengan yang lebih panjang. Kumparan tidak akan dilepas kecuali jika tiba saatnya untuk menggantinya dengan yang lebih panjang. Tujuan pemakaian kumparan mengacu pada alasan identitas budaya dan kecantikan.

 

6. Suku Bagobo

Suku ini terkenal dengan tradisi meruncingkan gigi di kalangan perempuan, yang dianggap sebagai kecantikan. Perempuan suku Bagobo di Mindanao, pulau paling timur Filipina, menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk meruncingkan gigi dengan cara dipahat dengan bambu dan kayu.

 

7. Suku Mentawai

Merupakan penduduk asli Kepulauan Mentawai. Tradisi khas suku mentawai adalah tato di sekujur tubuh yang berhubungan dengan peran dan status sosial mereka. Tato yang terukir pada tubuh pria suku Mentawai, dibuat dengan menggunakan jarum dan kayu. Pria Mentawai menggunakan cawat dengan hiasan kalung dan bunga di rambut dan telinga mereka.

 

Sementara perempuan suku Mentawai mengenakan sepotong kain yang dililitkan di sekitar pinggang, dan meruncingkan/mempertajam gigi mereka memakai sebuah alat pahat untuk alasan estetika, membuat gigi terlihat seperti ikan hiu.(ilj)

**Baca juga: Hueek….Ini Makanan Perayaan Halloween Paling Menjijikkan.

Berita Terbaru