oleh

Heboh, San Francisco Dilanda Hujan Ikan Teri

Kabar6-Fenomena langka terjadi di San Francisco, Amerika Serikat (AS), yang mengalami hujan ikan. Penduduk kota melaporkan adanya suara hantaman keras di atap rumah yang ternyata ikan teri berjatuhan dari langit. Ikan ini biasanya ditemukan di perairan laut, bukan air tawar.

Sebenarnya, hujan yang membawa berbagai jenis hewan seperti ikan, katak, dan cacing, bukanlah peristiwa baru. Biasanya ini terjadi selama badai, di mana hewan-hewan itu terbawa angin dari tempat tinggalnya, baik di laut maupun sungai, lalu jatuh di daratan.

Namun, melansir Newsweek, untuk kasus hujan ikan teri ini penyebabnya bukan badai, melainkan burung laut yang melepaskannya dalam perjalanan mereka. Meledaknya populasi ikan teri di San Francisco Bay Area menjadikannya mangsa burung-burung besar seperti pelikan dan camar. Menurut laporan, burung-burung besar memang terus memangsa ikan teri, namun dalam perjalanannya mereka melepaskannya. Menelan ikan-ikan itu dan membawanya sampai ke tujuan berikut bukan ide yang baik.

Jim Ervin, pensiunan analis laboratorium di Departemen Layanan Lingkungan San Jose, mencatat lonjakan anomali populasi ikan teri dalam postingan di blog baru-baru ini. ** Baca juga: Pria Texas Dihukum 10 Tahun Penjara Karena Perkosa dan Siksa Kuda

“Total bulanan pada April dan Mei masing-masing 29 dan 52. Jumlah total melonjak menjadi lebih dari 2.600 untuk jaring ikan pada Juni. Ini adalah total bulanan tertinggi kedua yang pernah kami saksikan,” demikian tulis laporan.

Populasi ikan teri yang luar biasa banyak itu kemungkinan terkait dengan proses alami di laut yang disebut upwelling. Fenomena itu ditandai dengan air dingin yang kaya nutrisi yang naik dari kedalaman untuk menggantikan air yang lebih hangat di permukaan.

“Suhu air saat ini tampaknya lebih dingin dari biasanya, dan ini menyediakan makanan sangat dibutuhkan untuk hewan seperti ikan teri serta burung dan mamalia laut,” terang Adam Ratner, direktur asosiasi pendidikan konservasi Pusat Mamalia Laut di Sausalito.

Namun tidak diketahui kapan kondisi ini berlangsung, terutama dengan mempertimbangkan perubahan iklim. Tapi yang jelas, para nelayan lokal dan ikan paus yang bermigrasi diuntungkan.(ilj/bbs)