oleh

H-2 Lebaran, Pemudik Tak Lagi Mengular di Merak

Kabar6-H-2 Lebaran, sebagian besar pemudik melalui Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten telahmenyeberang ke Pulau Sumatera. Arak-arakan pemudik tidak lagi mengular sepanjang H-5 dan H-4.

Kendaraan sudah dapat dipacu hingga 60 kilometer per jam di sejumlah ruas jalan di luar pelabuhan.

Otoritas PT Angkutan Sungai Danau Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry mencatat, pada Selasa (6/8/2013) pagi, volume arus mudik mengalami penurunan.

Hingga pukul 06.00 WIB, tercatat sebanyak 56.909 penumpang telah diseberangkan, di dalamnya sudah termasuk 3.417 pemudik motor dan 6.826 pemudik mobil.

Sebelumnya, pada Senin (5/8/2013) sejak pukul 18.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB, tercatat sebanyak 108.995 penumpang telah menyeberang, di dalamnya termasuk 13.704 pemudik motor berikut 9.276 pemudik mobil.

M Firdaus, penanggung jawab posko ASDP, mengatakan, puncak arus mudik sudah lewat, terjadi pada Sabtu (3/8/2013) hingga Minggu (4/8/2013).

Sejak Senin (5/8/2013) telah terjadi penurunan jumlah penumpang di Pelabuhan Merak menuju Bakauheni, Lampung.

“Sejak semalam hingga pagi ini, pemudik telah berangsur-angsur berkurang,” kata M Firdaus di Pelabuhan Merak, Selasa (6/8/2013).

Pelabuhan Merak lebih lenggang, tak ada lagi antrean panjang di dermaga menuju kapal maupun di loket pembelian tiket. Sepanjang hari ini, para pemudik yang membawa kendaraan roda dua, roda empat, dan pejalan kaki terlihat lebih teratur memasuki pelabuhan.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengatakan, ritual mudik Lebaran 2013 membawa dampak perekonomian bagi daerah.

Setidaknya potensi dana yang mengalir ke daerah mencapai sekitar Rp 90 triliun dari total pemudik yang mencapai 30 juta orang.

“Dana Rp 90 triliun itu mengalir baik dari pembarayan zakat, transportasi, konsumsi, belanja oleh-oleh, hingga kiriman untuk perbaikan rumah dan furniture-nya,” jelas Firmansyah seperti dilansir laman Sekretariat Kabinet.(bbs/yps)

Berita Terbaru