oleh

Guru Kena PHK Ratusan Murid MTs Nurul Ilmi di Cikupa Tangerang Demo

Kabar6-Sebanyak 25 guru di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Ilmi Cikupa Kabupaten Tangerang, kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Kebijakan itu menuai reaksi ratusan murid melakukan aksi demonstrasi.

“Demo kemarin akibat dampak dari 25 guru di PHK secara sepihak, murid tidak terima gurunya diganti dengan yang baru, bukan hanya guru tapi kepala sekolah juga di pecat akibat adanya nama sekolah yang ganda,” Ketua Yayasan Perguruan Islam Nurul Ilmi, Oman Jaunul Rhoman kepada kabar6.com di Tigaraksa, Rabu, (23/11/2022)

Ia menyatakan, sekolah MTs Nurul Ilmi Cikupa seluas 800 meter persegi punya murid sebanyak 490 orang itu diserobot oleh Yayasan Nurul Ilmi Cikupa.

**Baca Juga: Porprov Banten 2022, Atlet Anggar di Kabupaten Tangerang Sumbang 4 Emas

“Kejadian ini bermula adanya penyerobotan atas managemen atau pengelola yang saat ini atas nama Madrasah Tsnawiyah Nurul Ilmi Cikupa diserobot oleh Yayasan Nurul Ilmi Cikupa,” terang Oman.

Ia bilang, maka guru MTs Nurul Ilmi Cikupa di PHK secara sepihak oleh Yayasan Nurul Ilmi Cikupa yang dimiliki oleh keluarga.

Oman menerangkan, diketahui bahwa sekitar pada 1970 silam para Tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Cikupa berkeinginan memiliki sebuah lembaga pendidikan islam di Des Cikupa.

Kepala Desa Cikupa saat itu didorong turut menyediakan lahannya untuk dibangun sebuah sarana pendidikan setingkat madrasah tsanawiyah.

Kemudian, tahun 1989 untuk mendapat rekomendasi dari kepala daerah Tingkat II Kabupaten Tangerang sebagai bentuk legalitas sebuah lembaga pendidikan formal.

“Maka dibentuklah badan hukum dengan nama Yayasan Perguruan Islam Nurul Ilmi (YPINI) dihadapan Notaris Hamidah Abdurachman, dengan Akte Pendirian Nomor 13 tertanggal 4 Agustus 1989, dengan para pendiri.

“Status yayasan MTs Nurul Ilmi Cikupa ini adalah yayasan oublik tidak dimaksud dimiliki oleh keluarga para pendirinya. Pendidikan formal Madrasah Tsanawiah Nurul Ilmi dibawah badan hukum
Yayasan Perguruan Islam Nurul Ilmi secara resmi mendapatkan rekomendasi dari kepala daerah yaitu bupati Tangerang,” tegas Oman. (Rez)