oleh

Gubernur Wahidin Akui tak Bisa Larang Pelaksanaan Haul Syekh di Pasar Kemis

Kabar6-Gubernur Banten Wahidin Halim mengaku tidak bisa melarang pelaksanaan haul Syekh Abdul Qodir Jaelani di Kabupaten Tangerang yang diikuti ribuan jamaah, lantaran sudah dilakukan rutin setiap tahun.

Mantan Wali Kota Tangerang dua periode itu mengklaim Satgas Covid-19 sudah berupaya menerapkan protokol kesehatan. Tapi karena massa yang datang begitu banyak sehingga tidak terjadi physical distancing atau jaga jarak.

“Haul kenapa enggak boleh? Boleh haul. Protokol kesehatan sudah, tapi pada prakteknya begitu pagi pada datang semua. Itu menjadi kewenangan Kapolda. Kapolda sudah berusaha keras di lapangan,” kata Wahidin Halim (WH), di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang, Senin (30/11/2020).

Tapi saking cintanya pada Syekh Abdul Qodir Jaelani, lanjut WH, mereka datang tanpa bisa disekat. “Kalau izinnya kan haulnya, ya boleh,” ujar Wahidin.

Terkait larangan kerumunan massa hingga ancaman Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang akan mencopot kepala daerah jika terjadi pelanggaran protocol kesehatan, pihaknya mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menerapkan, protocol seperti memakai masker, mencuci tangan hingga menjaga jarak.

Kemudian panitia haul juga, sebut dia, sudah dibubarkan dan tidak mengundang tamu untuk datang. Seperti diketahui, peraturan itu tertuang dalam Instruksi Mendagri nomor 06 tahun 2020 tentang penegakkan prokes untuk pengendalian penyebaran Covid-19.

**Baca juga: Terkait Angkot Si Benteng Mangkrak, Wali Kota Tangerang: Tunggu Perda Provinsi.

“Panitia kan dibubarin, panitia enggak boleh ngundang, tapi karena sudah kebiasaan juga, diizinkan tidak diizinkan orang tetap pada datang. Enggak mungkin kita represif. Ya udah, enggak apa-apa. Kita sesuai aturan yang bisa kita lakukan, tapi kan kemampuan kita terbatas terhadap massa yang begitu banyak,” jelasnya.

WH juga membantah dirinya ikut hadir dalam acara tersebut, seperti yang ramai di media sosial (medsos). Dia mengaku jika datang, maka akan menyalahi protokol kesehatan Covid-19. “Nah saya enggak hadir. Kalau saya hadir berarti saya menyalahi protokol,” ujarnya.

Sebelumnya sempat diberitakan bahwa acara Haul Syekh Abdur Qodir Jaelani di Kabupaten Tangerang dipadati ribuan massa, tanpa adanya jarak antarindividu bahkan beredar di medsos, acara rutin tahunan itu dihadiri Gubernur Banten Wahidin Halim dan Kapolda Banten. (dhi)

Berita Terbaru