oleh

GMF Sebut Pemotongan Pesawat Tidak Prosedural

Kabar6-Terbakarnya pesawat eks Sriwijaya B 737-300 di Hangar PT Garuda Maintenance Facility (GMF), Bandara Soekarno Hatta Tangerang, pada Minggu (12/10/2014) kemarin, membuat pihak managemen perusahaan tersebut resah.

Bahkan, dalam klarifikasinya, PT GMF AeroAsia ini seakan merasa tidak terkait dalam insiden yang sedianya pernah juga terjadi pada tahun 2009 silam ini.

VP Corporate Secretary GMF, Dwi Prasmono Adji dengan tegas menyebutkan, bahwa bangkai pesawat dengan nomor registrasi PK-CJY ini, telah dimiliki sepenuhnya oleh CV. Wirasjaya.

“Pesawat itu tidak sedang menjalani perawatan di GMF,” ujarnya, dalam Konfrensi Pers (Konpres) di Gedung GMF AeroAsia Lantai 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (13/10/2014).

Menurutnya, pemotongan pesawat tersebut dilakukan oleh CV Wirasjaya, perusahaan yang memang bergerak pada bisnis itu. Namun, kata dia, karena pengerjaannya berada dikawasan GMF, maka pihaknya mengeluarkan ketentuan tentang pemotongan pesawat secara prosedural.

“GMF memiliki ketentuan ketat dalam pemotongan pesawat. Salah satunya adalah tidak boleh dilakukan diluar jam kerja, termasuk di hari libur,” tukasnya.

Dia juga sempat menjelaskan, dugaan awal pemicu kebakaran adalah adanya percikan api dari gerinda yang menimpa barang mudah terbakar serta panasnya cuaca saat itu.

“Namun, investigasi mengenai penyebab pasti kebakaran ini masih terus dilakukan dan dikembangkan,” katanya.

Diketahui, pesawat bekas milik Sriwijaya Air dan tengah dipotong-potong di Hangar PT Garuda Maintenance Facility (GMF), Bandara Soetta, Tangerang, hangus terbakar, Minggu (12/10/2014).

Akibat insiden tersebut, dua orang pekerja yang melakukan pemotongan badan pesawat, masing-masing Wanto serta Jamari, mengalami luka bakar serius. **Baca juga: Pesawat Terbakar di GMF Bandara Soetta, 2 Pekerja Terpanggang.

Kedua pekerja yang mengalami luka bakar serius itu selanjutnya langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang. Namun sayang, Wanto, salah seorang korban akhirnya tewas akibat luka bakar yang diderita cukup parah. **Baca juga: Pengamat: Pesawat Layak Potong Harus Bebas Dari Resiko.

Sedangkan korban atas nama Jamari mengalami luka bakar hingga 55,5 persen serta mengalami patah pada sebelah kiri kakinya.(ges/arsa)

Berita Terbaru