oleh

Gelombang Ketiga, 109 Tenaga Kesehatan di Tangsel Positif Covid-19

Kabar6-Ratusan orang tenaga kesehatan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terpapar virus Covid-19. Mereka sudah ada yang sembuh dan atau masih menjalani isolasi mandiri.

“Data terakhir yang saya lihat kemarin dari Januari sampai saat ini ada sekira 109 tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar, Jum’at (18/2/2022).

Meski demikian, ia mengklaim, tidak ada tenaga kesehatan yang meninggal dunia akibat terkonfirmasi positif Covid-19.

“Enggak ada yang sampai meninggal, para nakes in out apalagi nakes dia cuma isomannya lima hari loh,” ungkapnya.

Sebagai salah satu nakes yang terpapar Covid-19, Allin mengaku, sudah kembali bekerja sejak Senin (14/2/2022). Dirinya tak mengalami gejala pemberatan dan menjalani masa isoman di rumah.

“Alhamdulillah, udah masuk lagi dari Senin,” ungkapnya. Meski begitu, Allin tak bisa memungkiri kondisinya yang masih tahap pemulihan lantaran masih alami batuk.

Sedangkan soal kasus harian Covid-19 di Kota Tangerang Selatan saat ini sudah mencapai 2.000 kasus. Angka itu sementara ini masih tertinggi.

“Kita saat ini masih diangka 2000-an yang paling tinggi, masih belum nyebrang dari angka itu, kemungkinan akan tetap seperti itu, kemungkinan kan puncaknya akhir Februari jadi akan begini terus,” paparnya.

Dia mengaku, saat ini pihaknya terus gencar melaksanakan vaksinasi. Bahkan melakukan door to door ke rumah-rumah warga meluli program ‘Ngider Sehat’.

Program itu, lanjut Alin, ada satu nakes di setiap puskesmas yang bertugas turun langsung ke rumah warga. Jumlahnya, hanya satu orang untuk satu kelurahan.

**Baca juga: Hari Ini Terakhir PJJ di Tangsel, Ini Rekomendasi Benyamin

**Cek Youtube: Pedes! Bahas Rencana Pemekaran Tangerang Utara

“Itu untuk pelayanan cepat kepada masyarakat, yang sakit bisa terlayani dan yang sehat bisa terjaga kesehatannya. Jadi lebih ke promotif dan preventif, karena gencar vaksin ya mereka melaksnakan vaksin lansia door to door,” ujarnya.

“Satu orang itu memegang satu kelurahan kalau wilayah puskesmas itu ada dua kelurahan ya dua orang yang ngider. Cuma kan kalau satu kelurahan satu orang nggak langsung selesai. Tapi setiap hari mereka itu turun ke seluruh wilayah,” tambah Allin.(yud)