oleh

Gangguan Kesehatan Mengintai Pemakai Celana Ketat

Ilustrasi/bbs
Ilustrasi/bbs

Kabar6-Mungkin Anda adalah salah satu penggemar celana ketat. Ya, selain model celana itu sedang tren, bentuk badan pun terlihat lebih bagus. Namun kabar tidak baiknya, memakai celana ketat akan meningkatkan risiko terjadinya sakit punggung, infeksi jamur pada vagina, serta menurunnya produksi sperma.

Apa saja sih dampak buruk penggunaan celana ketat? Berikut uraiannya, dikutip dari alodokter.com:

1. Memperburuk nyeri punggung
Bila Anda mengidap nyeri punggung, penggunaan celana ketat seperti skinny jeans bisa memperburuk kondisi. Di sisi lain, celana ketat juga dapat menghambat aktivitas, karena Anda akan kesulitan bergerak, seperti pada saat membungkuk, berjalan kaki, maupun duduk.

2. Memicu infeksi jamur pada vagina
Sebanyak 75 persen wanita mengalami setidaknya satu kali infeksi jamur pada vagina. Selain itu, 45 persen wanita mengalami infeksi jamur pada vagina sebanyak dua kali.

3. Memicu kurangnya produksi sperma
Para pria pun tidak lepas dari bahaya penggunaan celana ketat. Pemakaian celana ketat, baik celana dalam maupun celana panjang, dapat menyebabkan area testis menjadi lebih panas.

Jika suhu testis terlalu panas, meski beberapa derajat di atas suhu normal, maka akan mengganggu testis untuk menghasilkan sperma dalam jumlah yang ideal.

4. Berdampak kepada kesehatan kulit
Ketika Anda menggunakan celana ketat, udara di sekitar kulit tidak mengalir dengan baik. Bilamana pada area tersebut terdapat masalah kulit, penggunaan celana ketat ini dapat memperburuk keadaan tersebut.

5. Memicu saraf terjepit
Ada saraf yang disebut lateral femoral cutaneous. Saraf ini melewati pangkal paha ke paha bagian atas. Namun, ada orang yang mengidap meralgia paresthetica, yaitu saraf tersebut terjebak di bagian bawah sebuah jaringan ikat sehingga saraf tertekan atau dalam bahasa awam disebut saraf “terjepit”.

Salah satu pemicu adalah sesuatu yang menekan bagian pangkal paha, misalnya pemakaian celana ketat.

6. Dampaknya kepada fungsi otot
Terdapat satu laporan medis di mana seorang wanita di Australia mengalami hal berbahaya terkait dengan celana ketat. Wanita ini tidak dapat berdiri kembali setelah berjongkok dalam waktu yang lama akibat mengenakan celana ketat jenis skinny jeans.

Setelah diperiksa oleh ahli medis, wanita ini mengalami sindrom kompartemen, yaitu otot tungkai mengalami tekanan berlebihan sehingga mengakibatkan gangguan pada fungsi normalnya. ** Baca juga: Jenis Pekerjaan Berhubungan Dengan Kesehatan Jantung Lho

Sebisa mungkin kurangi pemakaian celana ketat. Jika di rumah, kenakan celana longgar, sehingga bagian intim Anda memperoleh sirkulasi udara yang cukup.(ilj/bbs)

Berita Terbaru