oleh

Gagal Urus Olahraga, Pengamat : Penegak Hukum Harus Periksa Koni Banten

Kabar6-Kinerja pengurus Koni dan Pemerintah Provinsi Banten dianggap gagal mengurus dan membina olahraga.

Pasalnya, Banten gagal tembus 10 besar dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Kota Jawara yang dipimpin Gubernur Wahidin Halim ini hanya mampu bertengger di posisi 14 dengan raihan 10 emas, 15 perak dan 26 perunggu dengan total medali yang digondol sebanyak 51 keping.

“Sudah menjadi tugas Ketua Koni dan Kepala Daerah Provinsi Banten untuk memastikan terwujudnya prestasi atlet dalam kompetisi olahraga nasional,” ungkap pemerhati olahraga, sosial dan budaya AKBP Dewa Wijaya, Minggu (24/10/2021).

Dengan nada keras, Ketua Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Banten ini menyampaikan rasa kekecewaannya terhadap pasifnya pengurus Koni dan Pemerintah daerah setempat dalam mendukung perjuangan para atlet yang bertanding PON Papua tersebut.

“Semua daerah lain sejak jauh hari sudah mendeklarasikan dengan terang bonus yang akan diberikan kepada atlet peraih medali. Cara itu sangat strategis untuk menggembleng semangat juang atlet dan timnya untuk meraih prestasi. Sementara Banten sama sekali tidak ada yang seperti itu. Bahkan acara penyambutan untuk atlet yang pulang pun sama sekali tidak ada. Padahal mereka sudah berjuang mempertaruhkan segalanya di Papua kemarin. Kita kan sama-sama tahu seperti apa kondisi Papua.” ujar Dewa dengan nada ketus.

“Ini bukan hanya tentang nilai nominal semata. Namun bonus bagi atlet ini, merupakan satu bentuk realisasi nyata dari perhatian pemerintah daerah pada dunia olahraga,” sambung pria yang dikenal sudah lama aktif dalam dunia kempo ini.

Dikemukakan Dewa, ketidakseriusan Koni dan Pemda Banten dalam mengurus serta membina atlet ini dinilai sebagai langkah mundur yang akan membuat atmosfer olahraga di Provinsi Banten menjadi terpuruk.

Padahal menurutnya sudah sangat jelas bahwa tugas utama dibentuknya Koni adalah untuk membawa olahraga daerah meraih prestasi yang membanggakan dan juga menjadi salah satu tugas utama bagi Kepala Daerah.

“Miliaran rupiah uang rakyat dialokasikan melalui Koni dan Pemda untuk tujuan meraih prestasi dan kebanggan bagi daerah dari dunia olahraga ini. Namun tidak tampak ada niatan serius dari mereka untuk mewujudkan tujuan utama diberikanya anggaran itu,” tegasnya.

Dewa menuturkan, meski pengurus Koni menilai bahwa pertanggungjawaban penggunaan anggaran untuk kegiatan itu sudah sesuai secara administrasi.

Namun, pihaknya menganggap tak menutup kemungkinan untuk dapat dilakukan investigasi hukum secara lebih rinci. Hal itu, merujuk pada tidak tercapainya tujuan akhir pengalokasian uang rakyat.

“Sudah menjadi kewajiban bagi pengemban jabatan publik, untuk mewujudkan tujuan dibentuknya organisasi pemerintah yang dipimpinnya. Untuk mencapai tujuan tersebut, ada uang rakyat yang teralokasi dan terpakai. Jika tujuan organisasi tidak tercapai, maka sangat wajar jika ada instansi yudikatif atau penegak hukum sebagai pengawas yang mengambil peran dengan memulai langkah-langkah hukum. Karena bisa jadi ada dugaan ketidaksesuaian penggunaan uang rakyat dalam organisasi itu.” tandasnya.

Dewa menambahkan, menjelang berakhirnya masa kepengurusan Koni Banten dalam waktu dekat ini, ia berharap ada sosok ketua yang amanah dan bisa sepenuhnya berjuang untuk kemajuan prestasi olahraga daerah.

Sosok orang yang bisa dinilai sebagai pihak yang sudah tidak lagi berambisi untuk mengutamakan kepentingan pribadinya semata.

Untuk itu ia mengusulkan adanya syarat tambahan sebagai barometer kesiapan calon pemimpin Koni selanjutnya.

Pertama, calon Ketua Koni haruslah berasal dari ketua salah satu cabang olahraga yang masih aktif, agar memiliki data dan pengalaman segar tentang kondisi Koni saat ini.

**Baca juga: Dua Desa di Kabupaten Tangerang Langganan Banjir

Kedua, calon ketua baru harus berani menghibahkan dana segar minimal senilai 1 miliar rupiah untuk mendorong akselerasi semangat perjuangan meraih prestasi.

“Begitu terpilih, uang itu harus langsung direalisasikan dan dibagi untuk didistribusikan bagi seluruh cabor. Karena menurut saya situasi atmosfer olahraga di Provinsi ini sudah masuk dalam kondisi darurat. Jadi harus segera ditangani dengan sangat serius,” tutupnya.(Tim K6)

Berita Terbaru