oleh

Gagal Melalui Anggaran Multiyears, 10 Tahun Pembangunan Jalan Puspemprov Banten Baru Beres

Kabar6-Pembangunan ruas jalan Pakupatan-Palima menuju Puspemprov Banten sampai saat ini belum semuanya rampung dikerjakan.

Padahal, pembangunan dan pelebarannya telah ditetapkan untuk dibangun sejak 2012 lalu, melalui Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Banten Nomor 2 tahun 2012 tentang Pembangunan Infrastruktur Jalan Dengan Penganggaran Tahun Jamak senilai Rp1,11 triliun untuk sejumlah ruas jalan Provinsi Banten.

Namun akhirnya gagal terselesaikan karena pembebasan lahannya yang terganjal dan tidak melalui penetapan lokasi (penlok).

Pasca gagal diselesaikannya pembangunannya ruas jalan Pakupatan-Palima melalui anggaran multi years atau tahun jamak tahun 2012 lalu, kembali Pemprov Banten mengalokasikan pembangunannua melalui anggaran kontraktuil.

Targetnya, pembangunan dan pelebaran jalan Pakupatan-Palima selesai tahun 2022 mendatang.

Hal itu diakui Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Banten, Robby Cahyadi mengaku pembangunan jalan Pakupatan-Palima melalui anggaran tahun jamak sejak tahun 2012 lalu gagal selesai.

Kemudian, sambung Robby, pembangunanya dilanjutkan dengan anggaran kontraktuil secara berkelanjutan, yang ditargetkan akan rampung 2022 mendatang.

“Perda itu memang didalam klausulnya didukung juga finansial untuk pengadaan lahannya. Pengadaan lahannya waktu itu, harganya berubah dua kali lipat, sementara waktu terus berjalan,” katanya.

Akibatnya, kata dia, pelebarannya hanya sampai perempatan boru, tidak sampai STA akhir.

Kata dia, pembangunannya hanya sampai pada lahan sudah terbebaskan saja dulu, untuk selanjutnya dibangun dengan anggaran kontraktuil, sepertiyang saat ini terus dikerjakan DPUPR Banten.

“Waktu itu, akhirnya kontraknya hanya sampai Rp 90 miliar,” katanya.

Selain pembebasan lahan untuk pelebaran jalan Pakupatan-Palima dengan anggaran tahun jamak tahun 2012 kemarin, terdapat jalan lainnya yang terhambat, seperti Siliwangi (Tangsel) dan Hasyim Ashari (Kota Tangerang).

“Untuk pasang Teneng juga tidak sampai ujung, hanya 25 kilometer. Saketi-Malimping selesai,” katanya.

Kembali mengenai pelebaran ruas Jalan Pakupatan-Palima sendiri, kata Robby, pembebasan lahannya akan dilakukan per-seksi, untuk selanjutnya langsung dibangunkan fisiknya.

“Sekarang yang udah beres dari Pakupatan-Bogeg, kemudian tahun depan baru fisiknya. Nanti dari Bogeg-Polda Bante selesaikan dulu lahannya baru fiaiknya,” katanya.

Mengenai pelebarannya sendiri, sambung Robby, untuk dari arah Boru menuju Bogeg akan dilebarkan menjadi 25 meter dengan empat lajur.

“Sedangkan Boru-Palima itu delapan lajur,” tandasnya.**Baca juga: Kominfo Banten Fasilitasi Penyebaran Informasi Pembangunan Infrastruktur.

Diberitakan sebelumnya, Kabiro Infrastruktur dan SDA Banten, Nana Surya mengatakan, akibat proses pembebasan Jalan Pakupatan-Palima tidak melalui penetapan penlok, mengakibatkan pembangunan ruas jalan tersebut menjadi terkatung-katung kondisinya, akibat masih ada sebagian badan jalan yang belum dibebaskan tanahnya agar bisa dibangun secara menyeluruh.

“Pakupatan-Palima itu tidak melaui penlok, tidak melalui penetapan lokasi. Jadi akhirnya seperti itu,” kata Nana, kepada wartawan, kemarin.(Den)

Berita Terbaru