oleh

Forum Inspirasi Pojok ARN Berbagi Kisah Tokoh-tokoh Ternama

Kabar6-Kisah-kisah inspiratif datang dari sosok Arief Rahmat Nugraha. Ia mencoba menyampaikan gagasan serta ideologi dari para tokoh yang diyakini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk bisa meraih kesuksesan.

Oleh karenanya, warga Pamulang, Kota Tangerang Selatan, ini membentuk Forum Inspirasi Pojok ARN. Ada banyak tokoh, kepala daerah di Indonesia yang diwawancarai seputar sosok yang mampu memberikan inspiratif serta kiprahnya belum diketahui publik.

“Mengapa inspirasi, bukan motivasi. Karena inspirasi tidak berani mengatakan kalau belum melakukan,” kata ARN, sapaan akrabnya kepada wartawan ditemui di Pamulang, akhir Februari 2022.

Ada banyak tokoh-tokoh yang telah diwawancarai, dan kegiatan itu telah diunggah dalam kanal youtube Forum Inspirasi ARN. Sebut saja seperti Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie serta Wali Kota Serang, Syafrudin Syafe’i.

Arief menjelaskan, dari cerita inspiratif para tokoh di Indonesia yang berhasil ditemui ada banyak makna positif. Ternyata masyarakat bisa mengikuti apa yang dilakukan, cuma soal kebiasaan.

Menurutnya, jadi manusia punya susunan syaraf yang sama. Apa yang biasa dilakukan oleh wali kota serta para tokoh nasional lainnya juga bisa diterapkan oleh setiap orang. Persoalannya hanya soal kebiasaan.

“Bahkan beberapa tahun ke depan dunia bisa dilihat dari tiga hal. Buku-buku apa yang kita baca, dengan siapa kita bergaul, dan sama siapa menghabiskan waktu. Kan begitu,” jelas Arief.

Aktivis 98 ini pernah bergabung dengan Emha Ainun Najib di Taman Ismail Marzuki. Kegiatannya sama, saling berbagi kisah inspiratif lewat ‘Kenduri Cinta’ yang menjadi salah satu wadah penggerak.

**Baca juga: Pelaku Pencabulan Anak di Ciputat Ditahan Polisi, Terancam 15 Tahun Penjara

**Cek Youtube:Pedes! Bahas Rencana Pemekaran Tangerang Utara

Terbukti sudah banyak tokoh yang terlibat. Sebut saja seperti mendiang Gus Dur itu pernah duduk sama-sama. Dari sanalah akhirnya mencetuskan untuk membuat forum inspirasi.

“Bikin saja yang kecil. Gak usah skala besar, cukup satu daerah saja. Jika dianggap terlalu besar, maka diperkecil setingkat wilayah. Kalau mau enggak bisa sekelurahan, RW atau RT,” tutupnya.(yud)