oleh

Fakta Dibalik Meninggalnya Warga Kota Serang yang Dikabarkan Kelaparan

Kabar6-Meninggalnya Yuli Nuramelia, warga Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Kota Serang meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga.

Perempuan 43 tahun ini meninggalkan suaminya Muhamad Holik dan empat orang anak, salah satunya bayi berusia tujuh bulan. Wafatnya Yuli di tengah pandemi Corona ramai diperbincangkan karena dikabarkan kelaparan, setelah dua hari tidak makan dan hanya minum air galon karena tidak ada makanan yang bisa keluarga ini makan.

“Iya kami sempat menahan lapar dengan meminum air galon isi ulang dan merebus singkong yang kami tanam di depan rumah,” ujar Holik ditemui di Kota Serang, Banten, Rabu (22/04/2020).

Singkong yang mereka makan dalam keadaan lapar itu, berukuran kecil sebesar jempol tangan. Karena pohon nya memang belum besar dan belum layak dikonsumsi. “Perut kami hanya terisi makanan hanya hingga hari Rabu pagi, 15 April 2020,” ujarnya.

Hingga akhirnya salah satu anak almarhumah yang menghubungi relawan untuk meminta bantuan. Relawan itu bernama Dinar, yang juga seorang jurnalis, datang pada hari Jumat, 17 April 2020 dengan membawa bantuan sembako seperti beras, telur hingga minyak goreng.

“Ini yang ngasih duluan, katanya ada hamba Allah yang ngasih. Saya juga makasih ada yang nyumbang, membantu,” kata Holik.

**Baca juga: Viral Warga Serang Meninggal Kelaparan, Anak Yuli Diberikan Pendamping Psikologis.

Holik mengatakan ia dan istrinya malu meminta bantuan tetangga. Mereka berusaha menutupi kesulitan dan rasa laparnya dengan makan singkong dan air galon.

Mengenai penyebab pasti istrinya meninggal, dia mengaku tidak tahu pasti. Lantaran ditengah rasa lapar dan pandemi covid-19, Holik berusaha tetap mengais rejeki. Namun saat istrinya menghembuskan nafas terakhir, Holik tak dapat mendampingi nya.
“Waktu itu saya lagi kerja, di telephone anak. Katanya Bunda pingsan. Saya enggak tahu kenapa nya. Karena kondisinya enggak kenapa-kenapa (masih sehat),” jelasnya.(dhi)

Berita Terbaru