oleh

Enam bulan Berlalu, Korban Tsunami di Sukaresmi Pandeglang Baru Akan Dibangunkan Huntara

Kabar6- Sebanyak 40 Kepala Keluarga (KK) warga masyarakat Kecamatan Sukaresmi korban tsunami yang belum memiliki Hunian Sementara (Huntara), akan segera dibangunkan dilokasi tanah Reforma Agraria, Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang.

Padahal sudah hampir enam bulan berlalu bencana tsunami melanda Pandeglang tepatnya pada 22 Desember 2018 lalu. Menurutnya, Sekda Pandeglang Peryy Hasanuddin keterlambatan ini tidak lain karena penunjukan lokasi (Penlok) yang belum mendapat kesepakatan masyarakat dan masuk kedalam zona merah.

“Awalnya akan dibangun dekat Kecamatan Sukaresmi, tapi masyarakat menolak karena terlalu jauh. Setelah itu ada di Sidamukti namun masuk zona merah, makadari itu akan kita bangunkan di tanah Reforma Agraria Desa Mekarsari,” ujar Perry.

Masih kata Pery, anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan huntara di Desa Sidamukti adalah dana dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB).

“Nanti yang mengelola Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD),” pungkasnya.

Selain dari huntara, masyarakat Desa Sidamukti juga menanyakan tentang bantuan Jaminan Hidup (Jadup) yang dijanjikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

“Masalah Jadup Pemerintah daerah terus berkoordinasi melalui Dinsos kepada Kemensos, namun hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut. Tapi kami akan terus berupaya, mohon kesabaran dari masyarakat,” tutup Sekda

Kepala Desa Sidamuksi Enjat Sujatma memgangkupan, dengan adanya informasi atau gambaran tentang akan adanya pembangunan huntara cukup membuat tenang masyarakatnya.

**Baca Juga:Tarif Parkir di Situs Kesultanan Banten Dikeluhkan Pengunjung.

“Kami sangat menunggu sekali bantuanya, karna warga kami yang terdampak bencana khusunya yang rumahnya ilang. Jumlah seluruhnya korban terdampak sebanyak 95, namun yang dapat huntara hanya 40 karena rumahnya ilang dan rata dengan tanah,” katanya.

“Untuk pembangunan huntara lokasinya masyarakat kami setuju, bahkan mereka sangat terimakasih jika huntara ini segera terealisasi karena zaman sekarang untuk membangun rumah itu sangat sulit,”sambungnya.

Terkait Jadup, kata Enjat masrakat Desa Sidamukti sangat manantikan sekali untuk mambantu pemenuhan kebutuhan hidupnya.

“Mereka semua para korban sudah mempersiapkan persyaratannya diantaranya pembuatan nomor rekening,” terangnya. (Aep)

ID:2659 Responsif

Berita Terbaru