oleh

Embrio Tikus Sintetis dari Laboratorium di California Hasilkan Otak dan Detak Jantung

Kabar6-Para ilmuwan di Cambridge menciptakan embrio tikus sintetis atau buatan di laboratorium tanpa menggunakan telur atau sperma.

Hasilnya, melansir Scitechdaily, embrio ini memiliki otak dan detak jantung. Embrio tikus yang dikembangkan menggunakan sel punca tadi hanya bertahan selama delapan hari karena cacat, tetapi mereka mencapai titik di mana otak mulai berkembang. Menurut para ilmuwan, hal itu bisa meningkatkan pemahaman tentang tahap awal perkembangan organ, dan mengapa beberapa kehamilan gagal.

Sementara illmuwan lain mengingatkan, meskipun teknik ini menjanjikan, masih banyak rintangan yang harus diatasi. Disebutkan, para peneliti dari Universitas Cambridge dan Institut Teknologi California (Caltech) adalah ilmuwan terbaru yang mempublikasikan hasil penelitian mereka pada jurnal Nature.

Tim Cambridge mempelajari tahap-tahap awal kehamilan selama dekade terakhir, tetapi begitu banyak yang belum diketahui apa yang terjadi di dalam rahim. Dengan meniru proses alami di laboratorium, mereka menemukan cara untuk mendapatkan tiga jenis sel induk dari tikus untuk berinteraksi dan tumbuh menjadi struktur seperti embrio.

Profesor Magdalena Zernicka-Goetz, profesor pengembangan mamalia dan biologi sel induk di Cambridge dan profesor biologi di Caltech, mengatakan hasil tersebut adalah ‘mimpi yang menjadi kenyataan’ dan dapat memberikan gambaran sekilas tentang bagaimana organ terbentuk. ** Baca juga: Temuan Jejak Kaki Berusia 8.200 Tahun di Inggris Ungkap Peradaban Manusia

Kini para peneliti berencana untuk mengupayakan bagaimana menjaga embrio sintetis berkembang selama satu atau dua hari lebih lama, yang sulit dilakukan tanpa membuat plasenta sintetis. Akhirnya, ambisi mereka adalah mengembangkan embrio serupa dari sel induk manusia, tetapi ini masih jauh dan secara etis jauh lebih rumit.

Undang-undang Inggris saat ini mengizinkan embrio manusia untuk dipelajari di laboratorium hanya sampai hari keempat belas perkembangannya, tetapi tidak ada aturan seputar embrio sintetis.(ilj/bbs)

Print Friendly, PDF & Email