oleh

Drone Dimanfaatkan untuk Antar Vaksin ke Wilayah Terpencil

Kabar6-Secara umum, drone merupakan salah satu teknologi canggih yang berupa kendaraan udara. Bentuknya tersebut menyerupai pesawat terbang atau juga helikopter yang dapat dioperasikan tanpa dikendarai oleh awak atau pilot. Jika pesawat terbang dikendarai oleh pilot yang berada dalam kabin, maka drone memiliki pilot yang tetap tinggal di daratan dan hanya memanfaatkan fasilitas seperti remote control untuk dapat mengontrol terbang drone di udara.

Nah selain untuk mengambil gambar dari udara, melansir Gizmodo, rupanya kelebihan drone ini dimanfaatkan oleh UNICEF untuk membantu mengantar vaksin, untuk meningkatkan kesehatan anak-anak di wilayah terpencil. Desember lalu, seorang bayi berusia satu bulan bernama Joy Nowai, jadi bayi pertama yang memperoleh vaksin denan cara diantar melalui drone. UNICEF menerbangkan sebuah drone dengan membawa perlengkapan vaksin melintasi area pegunungan sejauh 40 kilometer. jika melalui darat, perjalanan ini diketahui memerlukan waktu berjam-jam.

Nah, drone dinilai sebagai satu-satunya metode pengiriman paling memadai, karena perkampungan tempat tinggal bayi ini yang terletak di kawasan Cook’s Bay, hanya dapat diakses melalui berjalan kaki atau menumpang kapal kecil. Bahkan, perkampungan ini belum dialiri listrik dan tidak memiliki lokasi layanan kesehatan.

“Sulit sekali untuk membawa kotak es untuk menjaga suhu vaksin sambil berjalan melintasi sungai, pegunungan, menembus hujan, bebatuan terjal. Saya biasanya mengandalkan kapal kecil yang sering batal berangkat, karena cuaca buruk,” kata Miriam Nampil, suster yang melakukan proses penyuntikan vaksin. “Mengingat perjalanan panjang dan sulit, saya hanya bisa pergi ke sana sebulan sekali untuk memberikan vaksin pada anak-anak. Sekarang, dengan drone ini, kami bisa menjangkau lebih banyak anak di kawasan terpencil lainnya.”

Dalam penerbangan uji coba di kawasan Erromango, vaksin dikemas dalam kotak styrofoam yang dilengkapi es. Kotak ini memiliki pengatur suhu dan indikator elektronik yang akan memberi peringatan jika suhu di dalam kotak berada di luar batas normal. Untuk proses ujicoba, UNICEF menggandeng dua operator drone, yakni Swoop Aero dari Australia dan WingCopter asal Jerman.

“Pengiriman lewat drone ini menjadi lompatan besar dalam dunia kesehatan global,” jelas Henrietta H. Fore selaku Executive Director UNICEF. “Sulitnya menjangkau anak-anak di lokasi terpencil, membuat teknologi drone sebagai perubahan besar yang akan memangkas jarak dalam memberikan layanan imunisasi bagi anak-anak.” ** Baca juga: Connie, Wanita yang Bau Tubuhnya Seperti Ikan Tuna

Mendatang, pemerintah Vanuatu berencana untuk mengintegrasikan proyek pengiriman vaksin via drone ke dalam program imunisasi nasional. Tidak hanya vaksin, pemerintah setempat juga akan menggunakan drone untuk mengantar keperluan kesehatan lainnya.(ilj/bbs)

Berita Terbaru