oleh

DPRD Tegaskan Momen MTQ Ajang Buka Pintu Kebaikan

Kabar6-DPRD Kota Tangerang mendorong helatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXI menjadi pintu kebaikan masyarakat setempat. Hal tersebut sesuai motto kota Akhlakul Karimah harus dijunjung tinggi.

“Mudah-mudahan digelarnya MTQ ditahun ini menjadi pintu kebaikan untuk semua, ini kegiatan positif di Kota Tangerang,” ujar Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo saat ditemui di kantornya, Senin (23/5/2022).

Pelaksanaan MTQ tersebut, kata Gatot, baru kembali digelar keramaian sesuai yang disampaikan Walikota. Ia pun berpesan kepada para peserta MTQ dapat menjunjung tinggi sportivitas.

“Buat teman-teman peserta yang mewakili 13 Kecamatan selamat mengikuti kegiatan MTQ, sportif, mudah-mudahan semangat MTQ ini betul-betul dijiwai bukan hanya peserta tapi masyarakat kota Tangerang. Agar yang disampaikan pak walikota masyarakat yang berdaya saing dan berakhlakul Karimah,” katanya.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang ini mengatakan, pondok pesantren di Kota Tangerang terbilang cukup banyak. Namun yang paling dominan pondok pesantren tersebut yakni berada di Kecamatan Cipondoh. Jumlah tersebut tidak disebutkan dengan alasan tidak hafal. “Sebenarnya penyebaran merata,” katanya.

Meski demikian, Gatot mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pendidikan Pesantren. Perda itupun disebut guna mengakomodasi seluas-luasnya pendidikan pesantren di Kota Akhlakul Karimah ini.

“Kita DPRD tengah mempersiapkan Perda pendidikan pesantren, menindaklanjuti Perpers 82 (tahun 2021) itu sedang kita persiapkan membuat perda pendidikan pesantren. Pertama, tentunya ini memberikan ruang seluas-luasnya kepada pendidikan pesantren yang ada di Kota Tangerang. Sehingga hadir kebijakan pemerintah tentunya yang positif,” ungkapnya.

“Kedua, santriwan dan santriwati eksistensi semakin diakui, ruang mereka di pemerintahan Kota Tangerang semakin terbuka,” tambah Politikus PDI-P ini.

Selain Perda pendidikan pesantren, Gatot menjelaskan, terdapat Perda Pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan yang tengah dirancang. Pihaknya pun mendukung kehadiran dua Perda tersebut.

“Ya kita dukung. Kan ada dua Perda yang menjadi prioritas. Ya Perda pendidikan pesantren dan Perda pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Gatot meminta kepada Pemerintah Kota Tangerang dapat memberikan pembinaan yang berkesinambungan.

“Ya itu pasti ada pembinaan, 13 kecamatan ini mewakili 104 kelurahan, disitu pasti melalui pemerintah kecamatan tadi masing-masing wilayah menampilkan peserta dari mereka. Kan mereka juga berbeda,” katanya.

“Contoh tadi yang paling sedikit Neglasari dan yang paling banyak Cipondoh. Kan mereka masing-masing beda, kayak Neglasari kayak cina lebih dominan susuai daerah masing-masing,” tandasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Kosasih menambahkan, MTQ tahun ini berjalan lancar tanpa ada halangan apapun yang dimulai 23-25 Mei.

**Baca juga:Buka MTQ, Arief Harapkan Semangat Baru

“Mudah-mudahan kafilah-kafilah yang ikut bertanding pada saat ini di MTQ Kota Tangerang atau kafilah di tingkat Banten akan di kompetisi ke Kalimantan,” ucapnya.

“Justru saya ke pengen sekali katanya DPRD banyak ustad, nanti ini kita evaluasi, masukkan dari teman-teman wartawan tahun depan ikut lah, minimal kalau gak baca Al-Qur’an minimal azan lah,” tambah Politikus Partai Golkar. (Oke)