oleh

DPRD Tangsel Sidak Turab Longsor dan Kerusakan SMPN 19

Longsor turab yang merusak lima ruang kelas SMPN 19 Tangsel.(Fbi)

Kabar6-Anggota DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (5/1/2017) hari ini, meninjau langsung longsoran turab yang merusak lima ruang kelas SMP Negeri 19 yang berlokasi di Kecamatan Serpong tersebut.

Dalam pantuannya, kalangan DPRD menuding bila pelaksana proyek pembangunan turab yang longsor tersebut, telah lalai dan bekerja tidak sesuai prosedur yang dirujuk oleh Pemkot Tangsel.

Anggota Komisi I DPRD Kota Tangsel, Bidang Pemerintahan, Muhammad Taufik yang hadir dilokasi mengatakan, bila DBMDA Kota Tangsel bersama kotraktor harus segera membenahi kerusakan yang ada akibat longsor.

“Perbaikan harus segera dilaksanakan, mengingat kejadian itu juga menganggu aktivitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tersebut,” Ujar Taufik.

Taufik menyebut, bila peristiwa longsor yang berdampak pada terganggunya aktivitas KBM di SMPN 19 itu, juga harus menjadi bahan evaluasi Pemkot Tangsel untuk memperketat pengawasan pengerjaan pembangunan di Kota bermoto Cerdas, Modern dan Religius itu.**Baca juga: Perbaikan Longsor di Ciater Dijanjikan Cepat Tertangani.

Ditempat yang sama, Nimrot Simanjuntak, perwakilan dari CV. Inovasi Karya, selaku pelaksana proyek turab tersebut justru mengklaim bila pengerjaan proyek turab itu sedianya sudah sesuai prosedur dan selalu diawasi oleh konsultan.**Baca juga: Pejabat Cuma Mantau, Guru SMPN 19 Khawatirkan Longsor Susulan.

“Sudah mas, sudah sesuai SOP. Dan, setiap harinya selalu diawasi oleh konsultan kami,” ujarnya.**Baca juga: Turap di Belakang Satpas SIM Tangsel Juga Longsor.

Selain itu, Nimrot juga mengatakan bila pihaknya akan memperbaiki seluruh kerusakan yang terjadi pada SMPN19 dan membangun kembali turab yang ambruk.**Baca juga: Pejabat Cuma Mantau, Guru SMPN 19 Khawatirkan Longsor Susulan.

Bahkan, kata Nimrot, bukan tidak mungkin pihaknya akan membangun ulang seluruh turab, mengingat saat ini konstruksi tanah kemiringannya sudah tidak teratur.(Fbi)

Berita Terbaru