oleh

DPRD Lebak Minta e-Warong Dadakan Dihentikan, Karena…

Kabar6-Anggota DPRD Kabupaten Lebak Fraksi PPP Musa Weliansyah mendesak pemerintah daerah menyetop agen/e-Warong dadakan penyalur bantuan pangan non tunai (BPNT).

E-Warong dadakan yang dimaksud adalah e-Warong yang hanya buka hanya saat BPNT yang dikembangkan menjadi Program Sembako.

“Agen/e-Warong adalah toko yang sehari-hari memang menjual kebutuhan sembako kepada masyarakat, bukan cuma didirikan untuk melayani KPM (Keluarga penerima manfaat) BPNT,” kata Musa kepada Kabar6.com, Sabtu (29/2/2020).

Wakil Ketua Fraksi PPP ini mengaku sudah mengkroscek ke beberapa kecamatan. Ditemukan, e-Warong tersebut tidak menyediakan sembako yang disyaratkan pemerintah daerah.

Selain beras, e-Warong harus sanggup menyediakan sumber protein dan vitamin. Musa menilai, agen/e-Warong dadakan ini tidak sesuai dengan pedoman umum (Pedum) dan disinyalir banyak melakukan penyimpangan.

“E-Warong tidak menyediakan sembako sesuai aturan, penerima tidak bisa memilih, karena yang ada hanya sembako sesuai keinginan e-Warong dan supplier, rata-rata hanya beras tanpa telor atau pun yang lainnya, itupun setelah kartu digesek di Brilink Agen,” ungkap Musa.

Musa berharap, e-Warong menggunakan beras produk lokal dan berkualitas. Baik beras maupun telor tidak diarahkan pada satu atau dua supplier.

“Agen bebas memilih supplier dan tentunya harga pasti bervariasi sesuai HET daerah masing -masing,” katanya.

**Baca juga: Warga Terdampak Bencana di Lebak Swadaya Perbaiki Jembatan.

“Kalau se-kabupaten jumlah beras yang diterima sama, otomatis ada yang mengarahkan dan ini tidak wajar pasti ada kongkalingkong yang harus diusut,” pinta Musa.

Dinas Sosial diminta segera melakukan tindakan serius. Bukan hanya e-Warong dadakan, Musa justru menduga ada supplier dadakan sebagai distributor beras.

“Saya minta bubarkan agen/e-Warong yang tidak menyediakan sembako yang sudah ada di dalam pedoman, karena bukan agen namanya. Saya minta pemerintah tegas menyetop agen siluman tersebut,” tegas Musa.(Nda)

Berita Terbaru