oleh

DPRD Kabupaten Tangerang Soroti Silpa Rp.22 Miliar di Disdukcapil

Kabar6-DPRD Kabupaten Tangerang menyoroti keras besarnya angka Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) yang mencapai Rp22 miliar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

Anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Tangerang tahun 2012 itu, sedianya digunakan Disdukcapil untuk pengadaan blangko elektronik KTP (e-KTP).

Namun, karena alasan tidak ada peminat atau penawar dalam proses lelang, akhirnya anggaran itu tak bisa diserap dan kembali ke kas daerah.

“Kalau sudah seperti ini, maka rakyatlah yang rugi. Sebab, anggaran itu dibiarkan nganggur disana. Seharusnya, anggaran itu bisa digunakan untuk pembangunan lainnya,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tangerang, Moh. Dimyati Nawa Said, kepada Kabar6.com, Jum’at (4/1/2012).

Untuk itu kata Nawa, pihaknya akan mempertanyakan alasan pemerintah daerah terkait tak terserapnya anggaran tersebut.

“Dalam rapat evaluasi Maret mendatang, kami akan soroti khusus besarnya Silpa di dinas itu. Apabila, Silpa itu terjadi karena kesalahan pengaturan atau teknis perencanaan, maka mereka harus bertanggungjawab,” katanya.

Selain menyayangkan tidak terserapnya anggaran di Didukcapil, Ketua Fraksi Partai Demokrat ini, juga akan mengevaluasi kinerja di dinas lainnya.

“Nanti, alasan tak terserapnya anggaran itu akan muncul ke permukaan. Kita lihat saja nanti dalam rapat evaluasi seperti apa alasan mereka,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tangerang, Dedi Kurniadi mengatakan, langkah pemerintah daerah yang tidak menyerap anggaran itu dinilai dirinya sudah tepat.

Pasalnya, untuk pengadaan blangko identitas elektronik ini diakuinya tidak mudah, karena perusahaan yang memiliki kemampuan untuk mengikuti tender proyek itu hanya ada sekitar enam perusahaan se- Indonesia.

Disamping itu lanjut Dedi, waktu yang disediakan oleh pemerintah daerah sendiri sangat sempit yakni, sekitar dua bulanan.

“Di Indonesia ini hanya ada enam perusahaan yang mampu dalam segala hal untuk megerjakan proyek itu. Sebab, Chipnya saja diimpor dari Amerika. Ditambah lagi, waktu pelaksanaannya yang mepet,” ujarnya.(din)

 

Berita Terbaru