oleh

Disdik Tangerang Gelar Gebyar Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan PKHP dan Desa Vocasi

Kabar6-Gebyar virtual Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKHP) dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tangerang dengan melibat sejumlah lembaga pendidikan nonformal terdiri dari pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM).

Kegiatan secara daring (dalam jaringan) atau online ini merupakan program pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di bawah naungan Dirjen Dikdasmen Direktorat Dikmas dan Diksus.

Peserta Gebyar terdiri dari PKB yang memiliki keahlian tertentu yang berbasis kearifan local. Di antaranya PKBM Kronjo pengolahan ikan asin, Tigaraksa sovenir pernikahan, Pakuhaji dengan keahlian membuat macam-macam kripik pisang, Sepatan dengan otak-otak ikan, Teluknaga dengan menjahit kain keset.

Lalu dari Legok dengan keahlian olah saos sambel, Mekar Baru dengan potensi pengolahan aneka telor asin, Curug bisa membuat tas cantik dan Sindang Jaya Kosambi membuat sovenir boneka.

Kepala Bidang Paud dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Dulhak mengatakan sesungguhnya kita memiliki perempuan-perempuan handal di tingkat Desa dengan kemandiriannya. Hal ini di buktikan bagaiman hasil kegiatan aneka ragam hasil olahan tangan perempuan-perempuan tersebut.

“Kita bisa lihat langsung hari ini, dimana perempuan desa dengan pendampingan yang simultan mampu menghasilkan kerajinan dan olahan makan yang memiliki nilai ekonomi yang dapat membantu keluarga, yang paling membanggakan adalah olah sentuhan tangan ini semuanya bernilai kearifan lokal Kabupaten Tangerang,” katanya, Kamis (26/11/2020). **Baca Juga :Disdik Kabupaten Tangerang Gelar Gebyar Virtual GP3M di Sodong Tigaraksa

Dulhak menjelaskan gebyar ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada Kabupaten Tangerang sebagai salah satu wilayah yang terpilih untuk menggelar dan memarkan hasil olahan binaan dinas secara virtual.

“Dimasa pandemi ini, sangat terpaksa menyajikan hasil buah tangan para perempuan tersebut melalui virtual, hal ini semata-nata kita mencegah sebaran Covid-19,” terangnya.

Diakui Dulhak seluruh peserta gebyar yang datang diwajibkan untuk menjaga protokol kesehatan dengan menjaga pola 3M, mengenakan masker, jaga jarak dan cuci tangan.

“Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan standar protokol kesehatan, dimana para peserta di wajibkan mengenakan masker, menjaga jarak dan menjalani pemindaian suhu panas badan dengan mengguna Thermo gun, serta dilakukan dalam ruangan ruang terbuka,” pungkasnya. (vee)

Berita Terbaru