oleh

Direksinya Kena OTT KPK, Manajemen Krakatau Steel Hormati Hukum

Kabar6-Jajaran Direksinya terkena OTT KPK, manajemen Krakatau Steel menghormati proses hukum yang berjalan.

“Manajemen Krakatau Steel menghormati dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku, dan mendukung upaya pemberantasan korupsi, serta bersikap kooperatif kepada KPK,” kata Silmy Karim, Presiden Direktur (Presdir) PT KS, melalui siaran persnya pada Sabtu (23/3/2019).

Perusahaan berharap, Wisnu Kuncoro, Direksi Teknologi Dan Produksi yang terkena OTT KPK bisa dijadikan pintu masuk bersih-bersih diperusahaan baja terbesar di Asia Tenggara itu.

Sehingga, tidak mengganggu kineeja perusahaan dan mampu mengejar target produksi 10 juta ton Baja.

“Kami berharap hal ini menjadi titik tolak yang positif, untuk mendukung KS bersih dalam proses transformasi bisnis yang sedang kami jalankan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirut Krakatau Engineering, Utomo Nugroho, pada Jumat 08 Maret 2019, pernah memberikan penjelasan terkait keluhan karyawan yang menggunakan mesin peleburan baja asal China.

Mesin baru itu dikeluhkan karyawan lantaran produk baja yang dihasilkan kurang bagus dan kerap kali dilebur ulang. Kala itu, Utomo mengaku tidak bisa berbuat banyak.

Karena telah melewati lelang untuk pengadaan teknologi peleburan baja, yang dahulunya berasal dari Jerman dan hasilnya lebih bagus dibandingkan dari China, yang merupakan pesaing bisnis baja dunia.**Baca juga: Managemen PT KS Tunggu Keputusan Resmi KPK.

“KS ketika melakukan proses pemilihan vendor atau teknologi harus tunduk pada regulasi yang ada, tidak mungkin dengan pemilihan atau penunjukkan langsung. Harus menggunakan sistem tender. Tentu hasil yang menang itu menentukan, yang menang memang dari China,” ujar Utomo saat itu.(dhi)

Berita Terbaru