oleh

Dipersulit Bangun Masjid, Warga Minta Bantuan FPI

Kabar6-Warga Perumahan Lippo Karawaci Utara, Kelurahan Panunggangan Barat, Kecamatan Cibodas, Kota Tangerang, akhirnya minta bantuan Front Pembela Islam (FPI) lantaran upaya mereka membangun masjid dipersulit pengembang perumahan tersebut.

 

“Kita sudah koordinasi dengan FPI,” kata Tina, salah seorang warga Perumahan Lippo Karawaci Utara, Kamis (2/10/2014).

 

Tina mengaku, meminta bantuan FPI agar permasalahan tersebut disampaikan ke Pemerintah Kota Tangerang. “Kami harap mereka bantu mendorong permasalahan kami ini ke pemerintah,” kata dia.

 

Ketua DPC FPI Kecamatan Cibodas Ustadz Wahyudin mengatakan, permasalahan ini sedianya telah disampaikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, dalam hal ini kepada Asda I, Dinas PU serta Walikota.

 

“Ya, jadi kita sudah bersama-sama dengan pihak Dinas PU mempertanyakan lahan fasos fasum yang hingga saat ini ternyata belum diserahkan pengembang. Kemudian, juga bersama-sama meninjau langsung lokasi itu dan ternyata dalam site plant-nya ada sebanyak 1400 meter, lahan untuk fasos fasumnya,” terang Wahyudin.

 

Namun, karena lahan fasos fasum di dalam site plant tersebut berada jauh di belakang perumahan tersebut, warga akhirnya keberatan. Posisi Masjid yang ideal justru menurut warga berada pada lahan komersil perumahan tersebut.

 

“Lahan yang diberikan pihak pengembang jauh dari warga karena lokasinya sudah berada di Kampung Panunggangan, dan berdekatan dengan Masjid juga, kalau secara radius itu tidak diperbolehkan. Untuk itu, warga meminta Masjid sebaiknya ada di lahan komersil, karena jarak serta efek manfaat lebih banyak diarea itu,” bebernya.

 

Namun, pihak pengembang tidak mau memberikannya. “Padahal, di lahan komersil ada sebuah tempat beribadah umat lain, tapi kenapa kalau untuk Masjid tidak diperbolehkan,” tegas dia. **Baca juga: Pengembang Lippo Karawaci Utara Diprotes 600 Warga

 

Wahyudin juga mengakui, telah membicarakan permasalahan ini langsung dengan Walikota Tangerang Arief R Wismansyah. Bahkan, kata dia, dalam pernyataannya, walikota Arief berjanji akan memenuhi permintaan warga, dengan membicarakan soal perubahan site plant lahan fasos fasum bersama pengembang.

 

“Walikota juga janji mau perjuangkan keinginan warga. Jadi walikota sudah komunikasikan dengan pihak perijinan agar melakukan pendekatan kepada pengembang perumahan itu,” urainya.

 

Sementara itu, Asda I Pemkot Tangerang Syaful Rahman saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa permasalahan ini sempat dipertanyakan oleh pihak FPI beberapa waktu lalu.

 

“Iya benar memang waktu itu FPI sempat mempertanyakan permasalahan ini,” kata Saiful.(ges)

Berita Terbaru