oleh

Dinyatakan Sehat, Enam Mahasiswa Banten dari Tiongkok Tetap Dikarantina

Kabar6-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan para mahasiswa asal Banten yang dipulangkan dari Tiongkok tetap menjalani masa observasi dan karantina selama 14 hari.

“Setelah menjalani prosedur kedatangan para mahasiswa itu dipulangkan. Namun, harus menjalani masa observasi selama 14 hari (masa inkubasi),” ujarnya melalui siaran pers yang diterima Kabar6.com, Kamis 6/2/2020.

Ati menjelaskan, para mahasiswa tersebut di karantina di rumah dengan mengurangi aktivitas, hanya di dalam rumah. Kalaupun keluar rumah hanya untuk periksa ke Puskesmas selama 14 hari. Mereka juga harus melakukan perilaku hidup bersih dan sehat dengan berolahraga, makanan bergizi dan istirahat yang cukup.

“Mereka harus mengurangi aktivitas kegiatannya. Mereka hanya bisa keluar, selama 14 hari untuk periksa ke Puskesmas terdekat. Mereka sudah kita koordinasikan dengan dinas kesehatan kabupaten/kota untuk tempat pemeriksaannya.”

Dikatakan Ati, saat melakukan tes kesehatan ke Puskesmas terdekat, para mahasiswa tersebut dibekali kartu kuning Health Alert Card (HAC) yang diberikan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno Hatta. Hal ini dilakukan karena para mahasiswa tersebut masuk dalam status orang dalam observasi.

“Jika orang dalam status pemantauan dilakukan isolasi. Itupun isolasi bukan di rumah sakit. Sedangkan untuk status dalam pengawasan itu dilakukan di rumah sakit yang telah ditujuk nasional,” kata Ati Pramudji.

**Baca juga: Wabah Corona, Enam Mahasiswa Banten dari Tiongkok Dinyatakan Sehat.

Enam mahasiswa Banten yang belajar di Provinsi Jiangsi Republik Rakyat Tiongkok pulang ke Banten setelah difasilitasi Gubernur Wahidin Halim terkait merebaknya wabah virus corona di negeri Tirai Bambu itu.

Para mahasiswa tiba di Bandara Soekarno Hatta menggunakan penerbangan Thai Airways Airline, Selasa 4 Februari pukul 18. Usai menjalani prosedur kedatangan dari Kementerian Kesehatan, didampingi Tim Kesehatan Dinkes Pempov Banten para mahasiswa melakukan pemeriksaan lanjutan di RSUD Banten.(GFM)

Berita Terbaru