oleh

Dinsos Lebak Telusuri Pemungutan Rp 150 Ribu ke Penerima PKH  

Kabar6-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak menelusuri informasi mengenai keluarga penerima manfaat (KPM) program keluarga harapan (PKH) yang dimintai uang Rp150 ribu oleh orang yang mengaku petugas Dinas Sosial (Dinsos).

“Kami belum terima laporan langsung secara detail dari warga, hanya dari informasi media. Kami masih cari informasi dan bukti,” kata Kabid Linjamsos Dinsos Lebak, Endin Toharudin kepada Kabar6.com, Kamis (6/8/2020).

Endin menegaskan, bahwa Dinsos tidak pernah manugaskan pegawai untuk melakukan pendataan baik PKH maupun Program Sembako.

“Karena untuk usulan program tersebut tidak serta merta harus ngumpulin data, tapi otomatis diambil dari data DTKS yg diinput oleh desa, jasi tidak ada usulan yang melalui berkas begitu,” terang Endin.

Sejauh ini, kata Endin, Dinsos Lebak belum berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

“Belum, karena kan kami harus mengumpulkan informasi detail dan data yang jelasnya dulu. Yang jelas itu oknum yang mengaku petugas Dinsos, kami minta masyarakat jangan tergiur oleh oknum-oknum seperti itu,” imbaunya.

**Baca juga: Penerima PKH Dipungut Rp 150 Ribu, Dinsos Lebak : Waspada itu Penipuan.

Sebelumnya diberitakan, warga penerima bantuan PKH di Rangkasbitung mengaku didatangi orang mengaku sebagai petugas Dinsos yang tengah melakukan pembaruan data.

Warga mengaku dipinta uang Rp150 ribu. Jika tidak, data warga penerima PKH tidak akan diperbarui dan tak lagi terdaftar sebagai penerima bantuan tersebut.(Nda)

Berita Terbaru