Dinsos Banten Ajak ABH di Lapas Anak Tangerang Punya Keterampilan

kabar6.com
Bimbingan sosial yang digelar Dinsos Banten di Lapas Anak Tangerang.(yan)

Kabar6-Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten menggelar kegiatan Bimbingan Sosial dan Keterampilan Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Sedianya, Bimbingan Sosial tersebut berlangsung di aula Lapas Anak Pria Tangerang, di Jalan TMP Taruna, Nomer 29C, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Senin (16/4/2018).

Kegiatan bertema “Menuju Anak PMKS Yang Berakhlakul Karimah” ini sedianya diikuti oleh sebanyak 40 Narapidana yang tergabung dari 20 tahanan Sekolah Dasar (SD), 10 tahanan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 10 tahanan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Banten, Nurhana menjelaskan, kegiatan ini adalah bimbingan sosial keterampilan bagi anak-anak narapidana disini.

Menurutnya, keterampilan itu bukan prioritas utama, Karena Tugas Pokok dan fungsi (Tupoksi) Dinas Sosial adalah untuk melatih serta mengembalikan fungsi sosial bagi masyarakat.

“Ya, kegiatan seperti ini supaya mereka bisa bersosialisasi dengan masyarakat. Nantinya, dengan kita buat kegiatan seperti ini mereka sudah punya bekal jika keluar. Sehingga fungsi sosialnya kembali berfungsi,” katanya.

Program kegiatan Bimbingan Sosial ini, lanjut Nurhana, memang sudah menjadi program rutin setiap tahun, yang dibuat oleh Dinas Sosial Provinsi Banten.

“Tahun kemarin kita sudah lakukan kegiatan bimbingan seperti ini juga. Alasan kami buat lagi kegiatan seperti ini, karena respon dari Kepala Lapas, masyarakat Lapas, serta para napi juga sangat bagus dan antusias,” paparnya.

Bahkan, kata Nurhana, mereka (ABH) menginginkan agar kegiatan tersebut diadakan lagi. “Makanya, sekarang kita buat lagi kegiatan ini di tempat yang sama, yaitu disini juga,” sambung Nurhana.

Hal senada juga disampaikan Kasi Jaminan Sosial pada Dinsos Banten, Budi Darma. Menurutnya, kegiatan hari ini masih sama dengan tahun sebelumnya, hanya saja keterampilan yang berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Dalam acara ini, kami memberikan pengarahan terkait Bimbingan Sosial, Bimbingan Keagamaan, Pisikologi, dan juga keterampilan. Hanya saja berbeda dengan tahun sebelumnya, kalau tahun sebelumnya itu keterampilan manfaat dari tutup botol, dan sekarang mereka di ajarkan memanfaatkan koran bekas yang bisa dijadikan keterampilan,” tukasnya.

Budi berharap, masyarakat nantinya tidak mengebiri mereka (ABH) setelah keluar dari Lapas ini. Pasalnya, mereka juga berhak mendapatkan pembinaan dan bimbingan dari lingkungan.**Baca juga: Ngobrol Santai Bareng Wartawam, Ini Kata Sachrudin.

“Masyarakat jangan sampai memberikan stigma negatif kepada mereka yang baru keluar. Beri kesempatan mereka, jangan sampai mereka merasa seperti di buang, hingga kembali lagi ke jalan yang salah. Kalau mereka salah, beri pembinaan. Karena mereka adalah anak-anak kita juga, anak-anak yang nantinya akan menjadi penerus bangsa ini,” pungkasnya.(yan)