oleh

Dilema Driver Ojol Bergelut Timpang Kenaikan Tarif dan Besar Potongan

Kabar6-Jemarinya terus geser scroll ponsel. Sementara tangan kirinya pegangi jidat dengan raut serius mengamati layar bergambar aplikasi salah satu aplikator ojek online.

Sesekali matanya menoleh ke sepeda motor yang terparkir sekitar 10 meter dari tempatnya duduk. Yusep Pelano, satu dari ratusan ribu pengemudi (driver) lainnya yang merasa tak girang dengan kenaikan tarif ojol.

“Tapi mohon dicatat (kenaikan) cuma sedikit,” katanya kepada kabar6.com di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Rabu (14/9/2022).

Semenjak diumumkan ada kenaikan tarif dari aplikator, diakui Yosep, memang ada sedikit peningkatan pemasukan. Begitu juga dengan permintaan orderan pun masih tidak berkurang.

Meski demikian realitas tersebut tak sebanding dengan kegelisahan yang menggelayuti benaknya. Ia bersama para driver ojol lainnya harus menanggung biaya operasional yang tak sedikit.

Harga bahan bakar minyak sudah tidak terbendung meroket. Pertalite dari sebelumnya Rp 7.650 per liter naik menjadi Rp 10 ribu per liter. Driver ojol otomatis harus merogoh kantong lebih dalam untuk mengisi tangki bensin ‘kuda besi’ miliknya.

“Katanya peraturan kan maksimal potongan 15 persen,” ujar Yosep. Ia bilang, juga percaya saja dengan aplikator mengenai potongan tersebut.

Namun potongan sebesar 15 persen dari nilai orderan tetap saja masih terlalu tinggi. Padahal bila aplikator ambil potongan kecil pun sudah untung banyak dari para mitra driver ojol.

“Cuma kalau bisa potongan tersebut bisa dikurangi lagi,” harapnya sambil menyeruput kopi meski uap panas mengepul di gelas kemasan air mineral masih pekat.

Yosep belum persis mengetahui jika jumlah pengguna jasa ojol menurun seiring naiknya tarif. Ia merasakan permintaan masyarakat untuk jasa layanan antar makanan maupun barang masih seperti sebelum kenaikan tarif.

Mendadak wajahnya tersenyum datar. Ponsel buatan Negeri Tiongkok yang menjadi senjata andalan mencari periuk nasi tiba-tiba berbunyi.

**Baca juga: Pria Pengendara Motor Dilaporkan Cabuli Bocah di Ciputat

Suara khas itu petanda ada orderan masuk dari pelanggan yang meski dilakoninya. Yosep pun sigap bergegas menuju lokasi map aplikasi.

Yosep langsung pakai jaket sambil kembali menyeruput kopi yang sudah adem. “Saya permisi dulu, ada orderan masuk,” singkatnya.(yud)