Diduga Pungli Pedagang, “Preman” Pasar Kemis Kena OTT

kabar6.com
Modern Pasar Kemis, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.(din)

Kabar6-MA alias Ompong, warga Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Reskrim Polresta Tangerang, Kamis (11/05/2018) kemarin.

MA, diciduk di kawasan Pasar Modern Pasar Kemis, Kecamatan Sindang Jaya Kabupaten Tangerang, sekira Pukul 04.00 WIB pagi, saat melakukan pungli kepada para pedagang.

Informasi yang berhasil dihimpun Kabar6.com, MA diduga beraksi atas suruhan dari Kepala Desa Sindang Panon.

Dengan mengatasnamakan Pemerintahan Desa Sindang Panon, pria yang merupakan keamanan luar Pasar Kemis ini masih diperiksa di Mapolres Tangerang.

Aceng Ayad, Sekuriti Pasar Modern Pasar Kemis mengatakan, pihaknya menyaksikan langsung sejumlah petugas berpakaian preman membawa pelaku dengan menggunakan dua unit mobil dan satu kendaraan roda dua.

“Saat kejadian, saya melihat pelaku dibawa Polisi ke dalam mobil, kejadiaanya pada pukul 04.00 pagi,” ungkap Aceng.

Dijelaskannya, penangkapan pelaku diduga karena melakukan pungutan liar kepada para pedagang tanpa ada karcis retribusi.

“Selanjutnya sekitar pukul 05.00 Kepala Desa juga ikut bersama anggota kepolisian, hanya saja saya tidak tahu apakah Kepala Desa ditahan atau tidak” tambahnya.

Sementara itu, Sekdes Sindang Panon, Halim menuturkan, dia membenarkan adanya penangkapan salah seorang warga Sidang Panon, namun dirinya membantah adanya penangkapan Kades Sindang Panon.

Menurutnya, keberadaan pasar di wilayah Desa Sindang Panon sejarahnya berdiri karena peran serta mantan Kades Sindang Panon sebelumnya, wajar saja jika Pemerintahan Desa memiliki kewenangan untuk menarik retribusi didalam pasar, karena pasar tersebut loksinya berada di desa Sindang Panon.

Selain itu, penarikan retribusi itu dilakukan, untuk membayar para pegawai desa yang mayoritas berstatus non PNS dan tidak memiliki penghasilan tetap.**Baca juga: Pungli Jalanan, Bisa Jerat Oknum Polisi Sampai Kapolda.

“Kalau bicara karcis, PT juga sebagai pengelola dalam meminta retribusi tidak mengeluarkan karcis,” tandasnya.**Baca juga: Umat Islam Diimbau Tak Terprovokasi Bentrok di Mako Brimob.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak Kepolisian belum juga memberikan keterangan secara resmi seputar OTT tersebut.(Tim K6)