oleh

Diduga Korban Praktik Sihir, 10 Jenazah Anak Ditemukan dengan Organ Tubuh Tak Lengkap di Tanzania

Kabar6-Beberapa waktu lalu masyarakat Tanzania dihebohkan oleh temuan beberapa jenazah anak-anak dengan beberapa organ tubuh yang hilang, dan hal ini diyakini berkaitan dengan praktik sihir hitam.

Sebanyak 10 anak berusia tiga hingga enam tahun, melansir wral, ditemukan tidak bernyawa dengan beberapa organ tubuh yang hilang di Njombe, Tanzania. Wakil Menteri Kesehatan Tanzania bernama Faustine Ndugulile mengatakan bahwa anak-anak tersebut diduga diculik dari rumah. Jenazah 10 anak ini ditemukan setelah pihak kepolisian mengadakan operasi pencarian di sekitar distrik Njombe.

Operasi ini dilakukan karena banyaknya laporan kehilangan dari para orangtua. “Sejauh ini, kami sudah menemukan 10 jenazah. Sebagian besar bagian pribadi dan gigi mereka hilang,” jelas perwakilan dari pihak kepolisian distrik Njombe.

Beberapa orang mempercayai, hilangnya organ reproduksi dan organ pernapasan anak-anak tersebut berkaitan dengan kepercayaan takhayul. “Pembunuhan ini berkaitan dengan praktik sihir yang sedang tren. Dukun meminta orang untuk mendapatkan organ tubuh manusia dan digunakan untuk ritual mendapatkan uang,” ungkap Ndugulile.

Pihaknya, dikatakan Ndugulile, ingin segera mencari dan mengidentifikasi pelaku, tetapi mereka pun ingin mendidik para praktisi tradisional agar berhenti melakukan praktik yang mengerikan ini.

Ruth Msafiri, Komisaris Distrik Njombe, mengungkapkan bahwa empat dari 10 anak yang terbunuh ini berasal dari distrik Njombe, dan sisanya dari berbagai distrik lainnya. Msafiri juga mengatakan, ada satu jenazah anak yang ditemukan tanpa tenggorokan. Ada juga jenazah yang ditemukan di sungai Hagafilo.

Peristiwa ini membuat para orangtua menjadi sangat resah dan khawatir akan keselamatan anak-anak mereka. Salah seorang penduduk dari desa Chugingi di Njombe, Atupele Sanga, mengatakan bahwa kini para orangtua kini selalu mengantarkan anak mereka ke sekolah untuk memastikan keselamatan buah hati mereka.

“Kami mempunyai jam kerja yang lebih sedikit karena harus mengantarkan anak-anak ke sekolah di pagi hari dan menjemput mereka di sore hari. Keadaan menjadi lebih buruk karena kami takut meninggalkan anak-anak di rumah karena pembunuh yang masih buron,” keluh Atupele.

Namun Kementerian Kesehatan mengatakan, pembunuhan yang terjadi ini tidak memiliki kaitan dengan ritual albino yang biasa dilakukan di Tanzania dan negara-negara lain di Afrika Timur. ** Baca juga: Lyrebird, Burung ‘Truk Sampah’ yang Mampu Pindahkan Sekira 155 Ton Kotoran dan Tanah dalam Setahun

Adapun Tanzania adalah salah satu negara yang memiliki tingkat alibinisme tertinggi di dunia, yakni 1:1.500 orang.(ilj/bbs)

Berita Terbaru