oleh

Diduga Difteri, Begini Rekam Medis Aufatul di RSUD Serang

Kabar6-Aufatul Khuzzah (19), warga Kampung Laban, RT 008 RW 003, Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten diduga meninggal akibat suspect Difteri.

Aufatul yang berkuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini diduga meninggal pada 24 Desember 2017 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Dradjat Prawiranegara Serang.

Direktur Utama RSUD Serang Agus Gusmara mengatakan saat awal masuk ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang, Aufatul diduga suspect Difteri, sehingga langsung dirawat ke ruang isolasi, karena memiliki gejala yang mirip.

Aufatul masuk ke RSUD dr Dradjat Prawirangera pada 09 Desember 2017. Karena diduga suspect Difteri, langsung masuk ruang isolasi pada pukul 12.35 WIB.

Selama di ruang isolasi, pasien terus berjuang melawan penyakitnya, meski kondisinya tak stabil. Kemudian, pada 14 Desember 2017, kondisi pasien semakin turun, dengan kondisi HB-nya mencapai angka 6.

Dokter pun memberikan transfusi darah sebanyak dua labu. Kemudian pada yanggal 16 Desember 2017, kondisi HB nya membaik dengan angka 7,8, meski belum dalam kondisi aman. Di hari yang sama, diberikan lagi satu buah labu transfusi darah, sehingga pada18 Desember HB-nya meningkat menjadi 11,3 dan dianggap aman.

“Dia masih survive. Hasil uji laboratorium dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) belum ada,” jelasnya.

Aufatil kondisinya kembali turun pada 21 Desember 2017, dengan HB-nya hanya 7,5. Turun kembali pada 22 Desember 2017 dengan kadar HB nya hanya 6.

Di tanggal yang sama, dokter di RSUD dr Dradjat Prawiranegara mendapat kabar kalau Aufatul negatif Difteri. Sehingga dipindahkan ke ruang rawat Dahlia, ruang rawat biasa, pada 23 Desember 2017.

“Disitu (ruang isolasi khusus Difteri) kan Difteri semuanya. Dia harus dikeluarkan. Padahal HB nya jelek, mau di transfusi. Di transfusi di ruangan (rawat biasa). Hanya itu kan meninggalnya 24 Desember, kelihatannya belum keburu ditransfusi,” ujarnya.

Agus menjelaskan kalau pasien mengalami Hypovolemic ec melena ec myocardiris ec acidosis atau kekurangan cairan di dalam tubuh.

Karena, semasa perawatan, Aufatul mengeluarkan darah dari saluran anus yang disebabkan infeksi otot jantung. Karena cairan di dalam tubuh terlalu asam.**Baca Juga: Aufatul, Mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah Meninggal Suspect Difteri?

“Ini kelihatannya ada penyakit lain. Sementara diduga difteri, ternyata mungkin penyakit lain,” ungkapnya.(dhi)

Berita Terbaru