oleh

Di Swiss Banyak Emas ‘Berserakan’

Kabar6-Mungkin bagi sebagian besar orang, emas yang melimpah selalu identik dengan Dubai, Qatar atau negara timur tengah lainnya. Maklum, negara-negara tersebut memang dikenal dengan kehidupan yang serba mewah.

Namun tahukah Anda, ada negara yang diketahui ‘doyan buang emas’ setiap tahunnya? Bukan Dubai atau negara di sekitarnya, melansir Boombastis, negara yang dimaksud adalah Swiss, negara yang sama sekali tidak dikenal akan emasnya. Hal yang mengejutkan, emas bahkan bisa ditemukan di sungai-sungai dan selokan dengan jumlah yang tidak main-main, bahkan selalu ada setidaknya setiap tahun sekali.

Disebutkan, kurang lebih ada 40 kg emas dan perak seberat tiga ton, serta logam berharga lainnya bisa ditemui pada sungai dan selokan di Swiss. Meskipun demikian, tidak mudah bagi pemerintah Swiss untuk mengambil emas-emas ini. Mengapa demikian?

Rupanya, kandungan emas tadi mengarah pada sebuah pabrik yang sudah ada sejak dulu, dan limbah yang dihasilkan memang beda dari biasanya. Sampah yang mengandung logam mulia itu diperkirakan berasal dari indutri jam tangan, farmasi dan kimia.

Karena ukuran kandungannya yang sangat kecil namun banyak, sulit sekali jika dilihat dengan kasat mata. Namun para ahli memperkirakan sangat banyak emas dan logam berharga lainnya di sana. Buktinya pada 2016, nilainya diperkirakan mencapai Rp41 miliar.

Tempat ditemukannya logam mulia ini juga ternyata tersebar di beberapa kota seperti di Jura, wilayah Swiss bagian barat, di mana konsentrasi kadar emas di sungai dan tempat pembuangannya lumayan tinggi. Dan emas yang ditemukan di sana diyakini hasil dari industri jam tangan di sekitarnya.

Tempat lain adalah di Ticino, dengan kadar emas yang dianggap lebih tinggi ketimbang lainnya, dan memungkinkan untuk emasnya dipisahkan dari limbah-limbah yang ada.

Masalahnya, ukuran emas itu sangat kecil sehingga kemungkinan butuh biaya yang cukup besar karena berhubungan dengan teknologi canggih yang akan dipakai. Belum lagi kadar emas yang ada di beberapa daerah berbeda, sehingga memakan banyak biaya. ** Baca juga: Huang, Wanita Penerima Transplantasi Kornea Babi Pertama di Dunia

Bagaimana bila hal ini terjadi di tempat tinggal Anda?(ilj/bbs)

Berita Terbaru