Di Pedesaan Shanxi Ada Tradisi Nikahkan Seseorang Setelah Mereka Meninggal Dunia

Ilustrasi/ndtv

Kabar6-Kabarnya, para orangtua di Tiongkok terkenal seringkali memaksa anak mereka untuk segera menikah setelah lulus kuliah. Bahkan beberapa orangtua berusaha mencarikan jodoh, mengatur kencan buta, serta mengenalkan anak mereka pada teman-teman maupun kenalan.

Nah, bagaimana jika anak mereka meninggal dunia sebelum menikah alias dalam kondisi lajang? Melansir ndtv, ternyata hal itu bukan berarti usaha mencarikan jodoh otomatis akan berhenti. Usaha terakhir yang akan dilakukan adalah menikahkan anak meskipun mereka sudah menjadi mayat.

Di sebuah daerah pedesaan Shanxi, Tiongkok, tradisi ini masih berlaku, yaitu menikahkan seseorang bahkan setelah mereka meninggal. Hal ini, seperti dilansir shanghaiist, dilakukan oleh sebuah keluarga yang sengaja membayar mahal sekira Rp376 juta untuk pernikahan mayat anak laki-laki mereka yang meninggal dalam kondisi lajang.

Uniknya, karena yang membeli adalah penduduk lokal Shanxi, keluarga itu pun mendapat diskon untuk membayar mayat wanita yang akan dinikahkan. Bagaimana mereka mendapatkan mayat tersebut? Ternyata hal itu didapat dari keluarga lain yang juga mengalami hal sama. Jika anak perempuan mereka meninggal dunia dalam kondisi belum menikah, dan kedua belah pihak keluarga setuju, mereka akan dinikahkan.

Tradisi ini ternyata memang sudah berlangsung sejak lama. Penduduk lokal percaya, jika keluarga membiarkan anak tidak menikah bahkan dalam kondisi sudah meninggal dunia, mereka akan ditimpa bencana dan kutukan. ** Baca juga: Mengeluh Pusing, Pria Irlandia Ini Diketahui Telan Handphone

Waduh…(ilj/bbs)