Di Nepal, Gadis yang Belum Puber Dianggap Sebagai Inkarnasi Dewi Taleju

kabar6.com
Gadis yang terpilih dalam tradisi Kumari.(Nepal Child Goddess)

Kabar6-Nepal terletak di kawasan pegunungan Himalaya, merupakan sebuah negara yang terkurung daratan di Asia Selatan, berbatasan dengan Tiongkok (Daerah Otonomi Tibet) di sebelah utara dan India di barat, timur, dan selatan.

Seperti negara lain, Nepal juga memiliki budaya yang unik, yaitu Living Goddes (dewi hidup). Melansir rappler, Kumari atau dewi hidup adalah gadis-gadis belum puber yang dianggap sebagai manifestasi duniawi, yaitu inkarnasi dewi yang dikenal sebagai Taleju, nama Nepal untuk Durga.

Sebagian bocah yang terpilih akan tinggal di kuil, dibawa dalam kereta selama festival dan disembah oleh ribuan umat Hindu dan Budha. Mereka baru akan berhenti dari tugas ketika menginjak masa pubertas.

Biasanya para Kumari mengenakan baju merah dan dibawa dari rumahnya menuju sebuah istana kuno di Durbar Square untuk memulai upacara singkat. Di istana, Kumari akan tinggal di bawah perawatan wali yang ditunjuk khusus. Sebelum resmi menjadi Kumari, mereka harus berpisah dengan keluarganya.

Orangtua dan keluarga Kumari harus melihat gadis kecil mereka untuk terakhir kalinya terlihat di depan umum tanpa riasan Kumari yang rumit hingga masa puber. Ketika masa puber itu telah tiba, mereka akan menjadi gadis normal kembali.

Sebagai Kumari, gadis kecil yang terpilih akan dianggap sebagai perwujudan dewi Hindu Taleju dan hanya diizinkan untuk meninggalkan kuil 13 kali dalam setahun pada hari raya khusus.

Pada tengah malam, para imam Hindu akan melakukan pengorbanan hewan dan Kumari yang baru akan hadir sebagai bagian dari inisiasinya sebagai ‘dewi yang hidup’. Secara historis, 108 kerabu, kambing, ayam, itik dan telur disembelih sebagai bagian dari ritual.

Di sisi lain, setelah mendapat tekanan dari aktivis hak-hak binatang, kini hewan yang dikorbankan lebih sedikit. Diketahui, tradisi Kumari, yang berarti putri dalam bahasa Sanskerta, berasal dari komunitas Newar yang berasal dari Lembah Kathmandu.

Tradisi ini memadukan unsur-unsur Hindu dan Budha dan Kumari yang paling penting mewakili masing-masing dari tiga kerajaan kerajaan terdahulu di lembah Kathmandu, Patan dan Bhaktapur. ** Baca juga: Brasil Beri Subsidi Warganya yang Ingin Operasi Plastik

Praktik ini pernah dikaitkan erat dengan keluarga kerajaan tetapi terus berlanjut meskipun akhir kerajaan Hindu Nepal pada 2008.(ilj/bbs)